127 Film Pendek Karya Pelajar se-Indonesia Bersaing di FFPJ XVII 2026

10 September, 2026 19:56 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

10092026-Festival Film Pelajar.jpg
Program Sinema Silaturahmi, sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam FFPJ XVII 2026, telah diwujudkan dalam bentuk kegiatan pemutaran film dan diskusi film di sejumlah SMA/sederajat di 4 kabupaten/kota di DIY, sejak Selasa (1/9/2026) sampai Rabu (9/9/2026). Tema besar yang diusung dalam FFPJ XVII 2026 yang diikuti 127 karya ini adalah Mulat Sarira. (EDUWARA/Dok. FFJP XVII 2026)

Eduwara.com, JOGJA – Pada tahun penyelenggaraan ke-17, Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XVII 2026 diikuti 127 karya film pendek dari pelajar SMA/sederajat se-Indonesia. Puncak perayaan festival akan digelar di Kampus Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia (FSMR ISI) Yogyakarta, pada Sabtu-Minggu (12-13/9/2026).

Ajang pendidikan dan kebudayaan tahunan untuk komunitas film pelajar ini akan diisi dengan rangkaian acara, seperti Apresiasi Seni Film, Bedah Karya Film Pendek Pelajar, Sarasehan Paradigma Berfilm, Dialog Bahasa Visual, Temu Komunitas Pelajar, dan Penganugerahan Karya.

Pendiri FFPJ, Tomy Widiyatno Taslim, yang juga alumnus FSMR ISI Yogyakarta, menyambut baik penyelenggaraan puncak acara di kampus ISI Yogyakarta.

“Tahun ini, FFPJ mendapatkan kesempatan baik untuk dilaksanakan di Kampus FSMR ISI Yogyakarta. Banyak dukungan yang diberikan oleh keluarga besar FSMR ISI untuk FFPJ ini. Semoga momen ini terus terjaga dan berkelanjutan karena pada dasarnya sejak penyelenggaraan perdana pada tahun 2010, FSMR ISI selalu memberikan dukungannya dalam berbagai bentuk,” kata Tomy, Kamis (10/9/2026)

Panitia mencatat sekitar 100 partisipan akan hadir secara mandiri ke Yogyakarta. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Cimahi, Jakarta, Mamasa Sulawesi Barat, Padang, Banjarmasin, Pekalongan, Pontianak, Majenang Cilacap, Pesawaran Lampung, Madiun, Kudus, Binjai, Sukabumi, Pati, dan Tulungagung.

Acara puncak tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga ruang belajar bersama. Pada sesi Bedah Karya Film Pendek Pelajar, akan hadir sutradara Senoaji Julis dari Hompimpa Sinema Nusantara bersama dosen film FSMR ISI Yogyakarta, Febfi Setyawati dan Pius Rino Pungkiawan.

Pada Sarasehan Paradigma Berfilm, akan diisi oleh sutradara BW Purba Negara, anggota Lembaga Sensor Film Indonesia Hairus Salim, dan dosen film FSMR ISI Antonius Janu Haryono. Sedangkan dalam sesi Dialog Bahasa Visual, tim program studi film FSMR ISI Yogyakarta akan membuka ruang dialog santai seputar film, bahasa visual, dan isu-isu di sekitarnya.

Mulat Sarira

Kompetisi nasional FFPJ XVII diikuti 127 karya dan telah terpilih 30 nomine hasil seleksi kurator Budi Sulistyo. Dewan juri kompetisi nasional berasal dari ISI Yogyakarta, yakni Deddy Setyawan, Latief Rakhman Hakim, Agni Saraswati, dan Heri Nugroho.

Terdapat empat kategori yang dikompetisikan, yaitu Fiksi, Dokumenter, Eksperimental, dan Animasi. Penilaian didasarkan pada kedekatan dengan tema tahun ini, yakni Mulat Sarira, serta kekhasan cerita, cara bercerita, dan aspek teknis.

Empat penghargaan utama yang akan diberikan adalah Saraswati Award untuk Fiksi Terbaik, Dewantara Award untuk Dokumenter Terbaik, Niskala Award untuk Eksperimental Terbaik, dan Rupagati Award untuk Animasi Terbaik.

Tema Mulat Sarira berasal dari bahasa Sanskerta yang sering digunakan dalam tradisi Bali dan Jawa. Maknanya dekat dengan introspeksi, mawas diri, refleksi, kontemplasi, muhasabah, dan koreksi terhadap diri sendiri.

“Perayaan acara puncak FFPJ XVII 2026 di FSMR ISI ini kami tandai dan jalani sebagai refleksi. Selain tetap bersilaturahmi dengan berbagai pihak, belajar bersama dengan para ahli yang berkenan berbagi pengalaman, kami juga menyadari bahwa FFPJ merupakan sebuah entitas kecil. Selama ini FFPJ telah banyak didukung berbagai pihak dalam perjalanannya, termasuk FSMR ISI,” ujar Tomy.

Tahun ini, FFPJ secara khusus mengajak partisipan berefleksi bersama melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik seperti apa tujuan berpartisipasi di FFPJ, mengapa FFPJ diselenggarakan, bagaimana dinamika festival selama ini, dan nilai-nilai apa yang terus dirawat sejak 2010.

Rangkaian FFPJ XVII telah dimulai sejak 1 Januari 2026. Program kompetisi, sosialisasi, edukasi, dan pendampingan dilakukan selama enam bulan hingga Juli 2026 secara daring dan luring. Proses kurasi berlangsung sepanjang Agustus 2026.

Sebelum puncak acara, sejak 1-9 September 2026, FFPJ juga menggelar program Sinema Silaturahmi, kegiatan pemutaran film dan diskusi keliling ke 4 kabupaten dan 1 kota di DIY. Sekolah yang disambangi antara lain SMAN 1 Temon Kulon Progo, SMAN 1 Seyegan, SMA Muhammadiyah Kasihan Bantul, SMKN 7 Yogyakarta, SMA Bumi Cendekia Yogyakarta, dan Komunitas Kedai Kopi 69 Wonosari yang banyak berinteraksi dengan pelajar SMAN 1 Wonosari. Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 pelajar aktif.