Kampus
02 November, 2026 20:38 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA -- Penambahan sekitar 14 program studi (prodi) selama setahun terakhir, di berbagai fakultas di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjadi komitmen perguruan tinggi tersebut untuk mengintegrasikan sains dan keislaman dalam menjawab tantangan masa depan.
Raihan posisi kedua nasional setelah Universitas Indonesia (UI) dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027, sekaligus masuk kelompok peringkat 801-1.000 dunia, menjadikan UIN Sunan Kalijaga diperhitungkan dalam persaingan pendidikan tinggi nasional. Prestasi tersebut memperkuat pesan UIN Sunan Kalijaga sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang memiliki kapasitas akademik melampaui batas keilmuan keagamaan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, mengatakan penambahan prodi maupun fakultas tersebut menjadi penanda semakin kuatnya transformasi UIN Sunan Kalijaga dalam mendukung mahasiswa menguasai teknologi, menghasilkan penelitian, dan menawarkan solusi atas persoalan masyarakat.
“Penambahan ini merupakan komitmen kami sebagai perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan sains dan keislaman dalam menjawab tantangan masa depan,” jelas Noorhaidi Hasan dalam Temu Media, Senin (2/11/2026).
Berbagai prodi yang dihadirkan setahun terakhir berfokus pada kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu pengetahuan biomedis, fisioterapi, gizi, keselamatan dunia kerja, teknologi pangan dan STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa/Teknik, dan Matematika). Terlebih lagi, tahun ini atau tepatnya pada Juni 2026, UIN Sunan Kalijaga telah membuka Fakultas Kedokteran yang telah menerima 50 mahasiswa sebagai angkatan pertama.
Noorhaidi mengatakan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga telah melengkapi 19 prodi umum jenjang sarjana yang telah lebih dahulu berkembang dan berdampingan dengan 25 program keislaman dalam program sarjana lainnya.
Kebutuhan Nasional
Noorhaidi juga memastikan bahwa penambahan berbagai prodi sama sekali tidak terkait dengan perjuangan memperoleh status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Namun, penambahan prodi tersebut sepenuhnya berkaitan dengan relevansi kebutuhan nasional.
“Misalnya, hal ini terkait dengan pemenuhan tenaga-tenaga kesehatan, dokter, dan seterusnya yang angka-angka yang disajikan oleh pemerintah menunjukkan bahwa masih dibutuhkan banyak dokter, tenaga kesehatan. Karena itu, kami bergerak mengikuti arah nasional. Juga dalam bidang advokasi misalnya, ya memang merespon isu-isu yang berkembang pada level nasional,” paparnya.
Dipastikan pula, penambahan prodi tersebut bertujuan agar masyarakat bisa mempunyai alternatif kuliah, di mana dengan biaya yang tidak terlalu mahal tapi mendapat mutu yang baik. Dengan diversifikasi prodi tersebut, relevansi UIN Sunan Kalijaga dengan kebutuhan masyarakat akan semakin meningkat.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Istiningsih, menerangkan berbagai prestasi yang diperoleh membuat UIN Sunan Kalijaga diperhitungkan dalam persaingan pendidikan tinggi nasional.
“Bagaimana sekarang ini kampus kampus Islam dituntut memiliki kapasitas akademik yang melampaui batas keilmuan keagamaan,” jelasnya.
Capaian UIN Sunan Kalijaga memperlihatkan bahwa kampus Islam mampu berada di jajaran teratas, bahkan melampaui banyak perguruan tinggi umum dalam pemeringkatan internasional.
Ke depan, menurut Isti, UIN Sunan Kalijaga akan tetap menekankan reputasi akademik yang ditopang pembinaan setiap hari, penguatan metodologi penelitian, pendampingan dosen, akses laboratorium, serta kesempatan mahasiswa mempresentasikan dan mempertahankan temuannya.
Bagikan