Kampus
15 April, 2026 01:51 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

JOGJA, Eduwara.com - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta resmi membuka program S2 Magister Desain pada Semester Gasal 2026/2027. Program ini dihadirkan usai enam Program Studi (Prodi) di FSRD ISI Yogyakarta memperoleh status akreditasi internasional Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, menyampaikan selain keberhasilan dua program di atas. FSRD juga berhasil menembus QS World University Rankings (WUR) pada peringkat #151–200 untuk subjek Art & Design.
"Kita adalah satu-satunya Fakultas Seni dari Perguruan Tinggi Seni di Indonesia yang berhasil menembus pemeringkatan global ini. Ini adalah pengakuan dunia terhadap standar pendidikan yang kita jalankan," kata Sholahuddin, Senin (13/4/2026).
Dijelaskan, enam proda yang memperoleh akreditasi Akreditasi Internasional FIBAA adalah Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Seni Murni, Kriya, dan Tata Kelola Seni
Sholahuddin menegaskan, seluruh pencapain ini tidak hanya mengukuhkan posisi FSRD ISI Yogyakarta dalam peta 50 besar Asia dan 20 besar Asia Tenggara. Lebih dari itu, pencapaian FSRD ISI Yogyakarta dalam percakapan global bersama institusi sekaliber Royal College of Art menandakan bahwa paradigma pendidikan seni dan desain yang diusung berhasil memadukan kekayaan local genius dengan metodologi kontemporer memiliki relevansi universal.
"Capaian di QS WUR ini adalah fondasi bagi FSRD ISI Yogyakarta untuk melakukan transformasi kurikulum yang lebih responsif," lanjutnya.
Ke depan, lanjut Sholahuddin, FSRD ISI Yogyakarta telah merencanakan akan memperkuat laboratorium digital, riset-riset berbasis informasi teknologi (IT) dengan seni dan kolaborasi lintas disiplin antara seni rupa dan desain dengan sains data.
FSRD ISI Yogyakarta ingin dunia melihat bahwa di ISI Yogyakarta, teknologi tidak membunuh tradisi, dan AI tidak menggantikan seniman, namun teknologi adalah kanvas baru yang memperluas cakrawala kemanusiaan.
Mahasiswa Baru
Terkait dengan pembukaan program S2 Magister Desain yang baru dibuka semester depan, kuota minimal adalah 20 orang dan maksimal 30 orang.
"Untuk syaratnya, calon mahasiswa harus sarjana dari desain. Jadi bisa dari Desain Interior DKV, Desain Produk atau Fashion Desain," ujarnya.
Sholahuddin menambahkan, untuk biaya program S2 Magister Desain, ISI Yogyakarta mematok sebesar Rp 8 juta untuk biaya SPP, pendaftaran Rp 340 ribu dan biaya TOEFL Rp 450 ribu.
Terkait dengan mahasiswa baru pada tahun ini, Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, mengatakan pihaknya bakal menerima 1.700 orang dengan 30 persen di antaranya sudah terisi dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
"Kami juga segera mengelar seleksi di jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan kuota 30 persen dan seleksi Mandiri sebesar 40 persen," jelasnya.
Menurut Irwandi, ISI Yogyakarta juga membuka peluang bagi calon mahasiswa untuk ikut Jalur Afirmasi. Mereka yang berasal dari daerah 3T dan berpestasi berpeluang masuk ke ISI Yogyakarta dengan rekomendasi dari daerah setempat.
"Itu tentu berbasis pada prestasi karena kami ingin ISI Yogyakarta ini menjadi kawah candradimuka untuk mahasiswa yang memiliki potensi, kemudian dia bisa ikut menggerakkan ISI di tataran global," pungkasnya.
Bagikan