ISI Yogyakarta Gagas Workshop Design Thinking 2026

05 Mei, 2026 06:29 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

04052026-ISI Yk Jerman.jpg
Peserta Workshop Design Thinking 2026 bertajuk “Unfolded Future” berfoto bersama usai pembukaan kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Ajiyasa, FSRD ISI Yogyakarta, Senin (4/5/2026). Workshop yang akan berlangsung sampai Rabu (13/5/2026) ini merupakan kolaborasi internasional ISI Yogyakarta dengan Hochschule Hannover University of Applied Sciences and Arts. (EDUWARA/Dok. ISI Yogyakarta)

Eduwara.com, JOGJA - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggagas pengembangan ruang pembelajaran bersama yang inklusif dan reflektif melalui kolaborasi internasional dengan Hochschule Hannover University of Applied Sciences and Arts. 

Inisiatif ini diwujudkan dalam Workshop Design Thinking 2026 bertajuk “Unfolded Future” yang berlangsung pada 4-13 Mei 2026 di Gedung Ajiyasa, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta.

Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, menjelaskan peserta workshop berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi bidang desain, praktisi, komunitas sosial, hingga pengelola panti asuhan. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan utama dalam memperkaya perspektif serta mendorong pertukaran pengetahuan secara dinamis.

“Keterlibatan lintas jenjang dan latar belakang ini diharapkan dapat memperkaya perspektif serta mendorong pertukaran pengetahuan secara lebih dinamis dalam prosesnya,” kata Sholahuddin, Senin (4/5/2026).

Dalam pelaksanaannya, workshop ini berfokus pada pemahaman mendalam terhadap kehidupan anak-anak di lingkungan panti asuhan sebagai ruang pengasuhan alternatif yang kompleks, namun memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan generasi muda. Pendekatan kolaboratif dan empatik menjadi landasan dalam merumuskan gagasan yang berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Sholahuddin menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mengembangkan peran desain sebagai medium yang responsif terhadap isu sosial. Ia berharap gagasan yang dihasilkan tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan, aplikatif, dan berkelanjutan.

Masa Depan Anak

Sementara itu, Wakil Rektor I ISI Yogyakarta, Dewanto Sukistono, mengapresiasi penyelenggaraan workshop sebagai bagian dari penguatan kolaborasi internasional dan pengembangan kapasitas akademik berbasis praktik. Menurutnya, pendekatan lintas disiplin menjadi kunci dalam merespons berbagai persoalan sosial secara kontekstual melalui desain.

Perwakilan Hochschule Hannover, Gunnar Spellmeyer, menyampaikan bahwa tema Unfolded Future merepresentasikan keyakinan bahwa masa depan anak-anak tidak bersifat tetap, melainkan dapat berkembang melalui proses pendampingan yang tepat.

“Masa depan bukan sesuatu yang sudah ditentukan, tetapi dapat dibuka melalui kolaborasi, empati, dan pemahaman lintas budaya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif mengenai pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung kepercayaan diri, harapan, serta visi masa depan anak-anak di panti asuhan.

Workshop Design Thinking 2026 tidak hanya berorientasi pada penciptaan ide atau prototipe, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama yang inklusif dan reflektif, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan pada masa mendatang.