Kenapa Harga Telur Naik? Ini Kata Pakar IPB

07 Januari, 2022 11:53 WIB

Penulis:Bunga NurSY

Editor:Bunga NurSY

Harga Telur Melonjak Jelang Tahun Baru - Panji 7.jpg
Aktifitas pedagang telur di kawasan Pasar Anyar Kota Tangerang, Senin 27 Desember 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

Eduwara.com, BOGOR—Tren meningkatnya permintaan konsumen pada momen Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu penyebab naiknya harga telur dalam beberapa minggu terakhir.

Rachmat Pambudy, Dosen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan hal ini terjadi hampir setiap tahun.

Menurutnya, peningkatan permintaan konsumen akan berdampak pada peningkatan harga telur. Selain itu, distribusinya juga masih cukup panjang, tidak langsung ke konsumen.

Di sisi lain, harga telur juga sempat jatuh, sehingga banyak peternak ayam petelur yang afkir dini atau menutup peternakannya. 

“Pernah satu waktu, telur ras itu jatuh [harganya] disebabkan oleh banyaknya usaha baru di sektor peternakan ayam ras petelur. Kemudian, karena tidak adanya pengendalian produksi, pernah terjadi kekurangan stok telur yang disebabkan oleh penurunan populasi ayam petelur di Kabupaten Blitar Jawa Timur,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi IPB, Kamis (06/01/2022). 

Oleh karena itu, menurutnya, yang bertanggung jawab atas kenaikan harga telur itu berbeda-beda. Kadang kenaikan harga terjadi karena pasar yang mengendalikan atau adanya instruksi harga yang dikendalikan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perekonomian.

“Agar tidak terjadi kerugian besar terhadap beberapa pihak, sebaiknya memang stabilitas harga diatur oleh pemerintah. Saat tinggi, pemerintah bisa menjaga dan ketika harga rendah, pemerintah bisa menopang, karena proses untuk sampai ke konsumen itu perlu proses yang panjang,” imbuhnya. 

Kadang, katanya, yang terjadi justru para peternak tidak mendapat keuntungan besar. Untuk itu, sebagai upaya untuk mengatasi gejolak harga, pemerintah perlu melakukan pendataan produksi yang baik.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rerata harga telur ayam ras segar dari 13 Desember 2021—7 Januari 2022 memang cenderung naik. Pada 13 Desember 2021, rerata harga telur senilai Rp25.350 per kg, sedangkan pada 7 Januari berada di angka Rp29.050 per kg. Adapun, harga telur mencapai puncaknya pada 5 Januari 2022 yakni Rp30.600 per kg.