Vokasi
30 Oktober, 2026 19:39 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus memperkuat pemberian pelatihan bagi pemuda berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja dan daya saing angkatan kerja di kedua daerah tersebut.
Dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Bantul, rangkaian pelatihan kerja digulirkan mulai 16 Oktober hingga 13 Desember 2026 dengan peserta sebanyak 10 orang.
Kepala UPTD BLK Kabupaten Bantul, Devi Puspitasari, menjelaskan pelatihan pada triwulan IV ini memiliki sasaran peserta yang berbeda sesuai sumber anggarannya, yaitu untuk pelatihan yang bersumber dari APBN dan APBD.
Fokus pelatihan kali ini dilatarbelakangi oleh era digital yang menuntut setiap orang mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan.
“Salah satu peran penting dalam dunia digital yang banyak dilirik generasi muda saat ini adalah menjadi content creator,” jelas Devi Puspitasari dikutip Kamis (29/10/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi mulai dari pembuatan konsep, perencanaan, produksi, perkembangan konten, hingga monetisasi. Peserta diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan menghasilkan variasi konten yang positif, menarik, dan edukatif.
Peserta juga diharapkan dapat membuka peluang usaha melalui jejaring (networking) dengan berbagai brand, perusahaan, maupun instansi, serta membuka peluang kerja di industri media, komunikasi, dan industri kreatif.
Selain pelatihan di bidang industri kreatif, sebanyak 93 pemuda lainnya mendapatkan pelatihan pembuatan roti dan kue, aplikasi office terpadu, operator garmen, teknisi instalasi tenaga, serta perawatan berkala sistem cvt dan injeksi pada sepeda motor.
UPTD BLK Bantul berharap dari pelatihan tersebut menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi, serta membangun relasi dan kebutuhan antara tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri.
Selain itu, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat wirausaha agar mampu berinovasi pada produk, memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung potensi desa dan wirausaha, serta meningkatkan keterampilan bagi pekerja di industri.
“Kami juga menginginkan para peserta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha, sehingga mampu bersaing, berinovasi, dan mandiri sehingga tersedia angkatan kerja yang kompeten serta berdaya saing,” lanjutnya.
Keterampilan Barista
Sedangkan Pemkot Yogyakarta, bersama Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Yogyakarta membekali siswanya dengan keterampilan barista melalui pelatihan di LPK Duta Persada sejak 18 Agustus hingga 26 Oktober 2026.
Kepala UPT SPNF SKB Kota Yogyakarta, Sudijarto, mengatakan pelatihan barista ditutup dengan uji kompetensi pada Selasa (27/10/2026), sebagai upaya meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja sekaligus mendorong kemandirian melalui kewirausahaan.
“Pelatihan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja. Keterampilan tersebut memiliki prospek menjanjikan seiring berkembangnya industri kuliner dan pariwisata,” jelasnya.
Dengan kebutuhan tenaga barista terbuka di berbagai sektor, mulai dari kafe, restoran hingga hotel, ke depan, pihaknya juga akan menyelenggarakan pelatihan tata boga, pastry dan bakery, sehingga peserta mampu bersaing bekerja di dalam negeri maupun untuk berkarier di luar negeri.
Sudijarto mendorong para peserta agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga berani mengembangkan usaha sendiri setelah memiliki keterampilan dan pengalaman yang cukup.
“Kalau merasa ingin berkembang dan tidak hanya bekerja dengan orang lain, silakan membuka usaha sendiri. Kami sangat mendukung dan mendorong teman-teman agar setelah pelatihan ini bisa berkarier sebagai barista,” katanya.
Sudijarto menambahkan, peserta juga direncanakan mengikuti program magang untuk memperkuat pengalaman dan memberikan bekal praktik secara langsung di dunia kerja. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan siswa dalam mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Pimpinan LPK Duta Persada, Bambang Hario Prabowo, berpesan agar peserta memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai modal untuk mengembangkan diri dan meraih peluang kerja. Bambang juga mendorong peserta mengikuti uji kompetensi dengan percaya diri serta menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani rangkaian pelatihan.
“Semoga kolaborasi dengan LPK Duta Persada dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Tinton Oky Nur Azis (25), mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Saat ini, Tinton tercatat sebagai siswa program Paket C kelas XII di SKB Kota Yogyakarta.
“Saya berpikir, untuk menjamin karier masa depan, penting untuk mengikuti pelatihan. Salah satunya pelatihan barista ini,” tuturnya.
Menurut Tinton, antusiasme siswa untuk mengikuti pelatihan cukup tinggi. Namun, keterbatasan kuota membuat peserta harus melalui proses seleksi, termasuk mempertimbangkan keseriusan dan kesiapan mereka mengikuti pelatihan.
Bagikan