Kampus
28 Juli, 2026 20:02 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA -- Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bersama The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) kembali menyelenggarakan KKN Tematik International Service Learning (ISL) – Vision Screening Program pada 20-27 Juli 2026. Melalui kolaborasi internasional ini, sekitar 2.000 siswa dari 11 sekolah di Yogyakarta mengikuti skrining kesehatan mata, sekaligus menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa kedua universitas.
Sebanyak 59 mahasiswa UKDW dan 138 mahasiswa PolyU terlibat dalam kegiatan ini. Mereka memberikan layanan skrining kesehatan mata di 11 sekolah mitra, yaitu SMP Kristen Kalam Kudus, SMP BOPKRI 1, SMP BOPKRI 2, SMP BOPKRI 3, SMP Budi Utama, SMP Budya Wacana, SMP Stella Duce 2, SD BOPKRI Gondolayu, SD Joannes Bosco, SMA BOPKRI 1, dan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.
Vision Screening Program merupakan kelanjutan dari kemitraan UKDW dan PolyU yang telah lama terjalin. Selain menghadirkan edukasi kesehatan mata dan pemeriksaan mata bagi siswa, program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar bekerja lintas budaya, berkolaborasi lintas disiplin, serta memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh (comprehensive vision test), meliputi tes ketajaman penglihatan, kemampuan melihat kedalaman (stereopsis), tes buta warna, pemeriksaan mata juling (strabismus), pengukuran tekanan bola mata, hingga evaluasi kesehatan mata. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kegiatan di lapangan didampingi oleh dosen UKDW, yaitu Willy Sudiarto Raharjo dari Fakultas Teknologi Informasi dan Loury Priskila dari Fakultas Kedokteran UKDW. Setelah rangkaian bersama mahasiswa PolyU berakhir, kegiatan akan dilanjutkan oleh mahasiswa UKDW pada 3-7 Agustus 2026 sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan program di sekolah-sekolah mitra.
Rektor UKDW, Wiyatiningsih, mengatakan bahwa Vision Screening Program menjadi salah satu wujud komitmen UKDW dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak melalui kolaborasi internasional.
"Vision Screening Program ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi panjang yang telah terjalin. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan mata bagi siswa, tetapi juga berkembang ke bidang penelitian dan kolaborasi lintas fakultas. Ke depan, kami juga membuka peluang untuk memperluas layanan bagi kelompok lanjut usia karena kesehatan mata pada masyarakat menua juga menjadi isu yang penting," ujarnya.
Wiyatiningsih menambahkan, kolaborasi internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat penerima layanan, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional, kemampuan bekerja lintas budaya, dan kepekaan sosial.
Pengalaman Belajar
Supervisor PolyU, Choi Kai Yip, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadikan program ini sebagai pengalaman belajar yang komprehensif.
"Vision screening bukan hanya membantu ribuan siswa memperoleh pemeriksaan kesehatan mata, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar bekerja lintas budaya, membangun rasa empati, memperkuat persahabatan internasional, dan memahami masyarakat dari perspektif yang berbeda. Kami berharap pengalaman ini akan menjadi kenangan yang bermakna bagi seluruh peserta," katanya.
Sebelum memberikan layanan di sekolah, seluruh peserta mengikuti pembekalan mengenai budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta, serta aspek kesehatan selama berada di Indonesia. Pembekalan ini bertujuan membantu mahasiswa internasional memahami budaya lokal, berinteraksi dengan masyarakat secara tepat, dan menjaga kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Apresiasi terhadap program ini juga disampaikan Direktur SMP Kristen Kalam Kudus, Edi Joko Santoso. Menurutnya, kolaborasi internasional yang diwujudkan melalui layanan skrining kesehatan mata memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
"Kami percaya kolaborasi ini menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan dampak nyata bagi masyarakat. Vision Screening Program bukan hanya tentang kesehatan mata, tetapi juga mengajarkan kita melihat dunia dengan lebih jelas dan penuh kebijaksanaan. Apa pun yang dibawa oleh setiap peserta akan menjadi sesuatu yang bermakna bagi sekolah maupun siswa yang dilayani," ungkapnya.
Melalui KKN Tematik International Service Learning (ISL) - Vision Screening Program, UKDW bersama PolyU terus memperkuat kolaborasi internasional yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan layanan skrining kesehatan mata bagi sekitar 2.000 siswa di Yogyakarta, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus menegaskan komitmen UKDW dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat.
Bagikan