Kampus
15 Juni, 2026 20:01 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Civitas akademika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengambil langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen UMBY menggelar pelatihan literasi digital dan pembuatan konten pembelajaran interaktif bagi para guru di SD Muhammadiyah Senggotan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (11/6/2026).
Program yang didukung penuh oleh Pendanaan UMBY 2026 ini digawangi tiga dosen dengan lintas kepakaran. Tim diketuai oleh Rila Setyaningsih, yang merupakan pakar literasi digital, dan beranggotakan Rahma Novita Alim Putri (pakar broadcasting), dan Felicciana Yayi Amanova, (pakar marketing communication).
“Kombinasi ini dihadirkan untuk melatih guru memproduksi media ajar audio-visual yang kreatif dan relevan dengan karakteristik generasi digital,” kata Ketua Tim Rila, Senin (15/6/2026).
Dipaparkan Rila, program ini krusial untuk membekali tenaga pendidik agar adaptif namun tetap aman di ruang digital. Lewat program ini, UMBY membekali guru, khususnya di SD Muhammadiyah Senggotan, supaya mampu memanfaatkan media digital secara aman, bijak dan bertanggungjawab.
Sebanyak 12 orang guru SD Muhammadiyah Senggotan yang hadir mendapatkan pendampingan pengembangan konten pembelajaran interaktif diimplementasikan melalui pelatihan pembuatan video pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menarik.
Fokus utama pelatihan secara spesifik mengupas tuntas tentang teknik pembuatan video pembelajaran, yang memadukan penguatan kecakapan digital guru. Kemudian ada pengenalan teknik sinematografi praktis seperti pengambilan gambar dan editing.
Terakhir adalah pemanfaatan teknologi AI dengan bijak agar pesan edukatif dapat disampaikan secara jelas, menyenangkan, dan memiliki daya tarik yang tinggi bagi anak usia sekolah dasar (SD).
“Dalam sesi praktik, para guru diperkenalkan pada aplikasi CapCut untuk menyunting video dan teknologi AI Generative untuk menyusun prompt video animasi,” lanjut Rila.
Apresiasi
Untuk materi literasi digital dipaparkan oleh Rila Setyaningsih, sedangkan mengenai materi teknik pembuatan video oleh Rahma Novita. Sementara itu, sesi praktik intensif didampingi langsung oleh Felicciana Yayi beserta tim.
Untuk mengukur efektivitasnya, panitia juga menggelar pre-test dan post-test sebelum dan sesudah praktik langsung.
“CapCut dipilih karena fiturnya yang lengkap dan gratis, sementara AI digunakan untuk membantu efisiensi kerja guru dalam merancang materi ajar,” ungkap Rahma.
Kehadiran program ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah karena dianggap menjawab kebutuhan riil guru di kelas.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menunjang kami dalam pembuatan video interaktif. Ini meningkatkan kompetensi kami sehingga materi yang disampaikan kepada anak-anak menjadi lebih menarik dan lebih mudah mereka pahami," ungkap salah satu guru, Elfi Kholviana.
Pada akhir sesi, terlihat ada peningkatan keterampilan (skill) yang sangat signifikan dari para guru dalam merancang dan mengeksekusi pembuatan video pembelajaran. Mereka yang awalnya merasa canggung dengan aplikasi penyuntingan konten, kini mampu memproduksi video pembelajaran yang tidak hanya informatif secara substansi akademis, tetapi juga menarik secara audio dan visual.
Bagikan