logo

Kampus

Di Bank Sampah Bunga Raya, UPITRA Hadirkan Konsep Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Di Bank Sampah Bunga Raya, UPITRA Hadirkan Konsep Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Bukan hanya mengumpulkan sampah, anggota Bank Sampah Bunga Raya Dusun I Purbayan Baki Sukorejo juga mengembangkan program pemberdayaan yang melibatkan produksi dan pemasaran kerajinan tangan dari bahan daur ulang. (EDUWARA/Dok. UPITRA)
Setyono, Kampus22 November, 2023 01:03 WIB

Eduwara.com, SOLO – Berusaha mendukung dan mewujudkan ekonomi lokal serta melindungi lingkungan, kalangan akademis Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) Surakarta menghadirkan konsep pengelolaan sampah berkelanjutan.

Hadir langsung dalam sistem manajemen pengelolaan sampah di Bank Sampah Bunga Raya yang ada di Dusun I, Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Tim pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa UPITRA.

Diketuai dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UPITRA Alfa Santoso B Putra, tim ini melibatkan dua dosen yaitu Evi Dewi Kusumawati dari Prodi S1 Akuntansi FEB UPITRA dan bisnis serta Dewi Kartikasari dari Prodi D3 Akuntansi Fakultas Vokasi UPITRA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga dibantu dua mahasiswa UPITRA, Nadea Christian dan Punky Indah.

“Program pemberdayaan yang berlangsung sejak 1 Agustus sampai 20 November kemarin menghadirkan transformasi dalam mengelola sampah dan memberdayakan komunitas setempat,” kata Alfa pada Selasa (21/11/2023).

Bank Sampah Bunga Raya, lanjut Alfa, dipilih karena mereka bukan hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga telah mengembangkan program pemberdayaan yang melibatkan produksi dan pemasaran kerajinan tangan dari bahan daur ulang.

Dalam progam ini, tim melibatkan lebih dari 30 peserta ini memberikan tiga program peningkatan taraf hidup dan mendukung lingkungan sekitar. Pertama, pelatihan keterampilan dan keahlian dalam kerajinan tangan, seperti rajutan, anyaman, dan pembuatan barang dari bahan daur ulang. 

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pignatelli Triputra (PKM UPITRA) menghadirkan konsep pengelolaan sampah berkelanjutan untuk anggota Bank Sampah Bunga Raya Dusun I, Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Program program pemberdayaan komunitas dan transformasi dalam mengelola sampah ini diselenggarakan sejak 1 Agustus sampai 20 November 2023. (EDUWARA/Dok. UPITRA)

Kedua, memberikan akses ke sarana dan prasarana produksi yang memadai, termasuk fasilitas produksi dan peralatan. Ketiga, kolaborasi dengan pengrajin lokal memungkinkan peserta program untuk belajar dari ahli kerajinan yang sudah berpengalaman.

“Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini sangat mengesankan. Lebih dari 30 peserta program melaporkan peningkatan pendapatan individu mereka sebesar 10 persen rata-rata. Ini telah membantu mengatasi masalah ketidaksetaraan ekonomi di komunitas, di mana sebagian besar penduduk bergantung pada mata pencaharian tradisional dengan fluktuasi pendapatan yang tinggi dan rendah,” ungkap Alfa.

Dampak Positif

Selain manfaat ekonomi yang signifikan, program ini juga memiliki dampak positif pada lingkungan. Dengan mengarahkan sebagian sampah yang sebelumnya masuk ke tempat pembuangan akhir menjadi bahan baku untuk kerajinan tangan, Bank Sampah Bunga Raya berhasil mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sebesar 20 persen.

Manajer Bank Sampah Bunga Raya, Nanik Purwati, mengatakan pelatihan penggunaan sampah sebagai bahan daur ulang dan menghindari penggunaan bahan berbahaya, menciptakan produk yang ramah lingkungan terbukti merupakan pendekatan tepat.

“Pemberdayaan ini bukti sampah dapat menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal dan melindungi lingkungan,’ katanya.

Hasilnya, program ini tidak hanya berhasil mengelola sampah secara efisien tetapi juga memberikan peluang meningkatkan taraf hidup. Terlebih pada era di mana pengelolaan sampah dan keberlanjutan menjadi semakin penting.

"Dengan kerjasama yang kuat dari semua pihak, kita dapat menciptakan perubahan positif yang lebih besar dalam komunitas dan lingkungan kita. Kami ingin memberikan contoh nyata tentang bagaimana inovasi dan pemberdayaan dapat menjadi kunci untuk mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Nanik.

Read Next