logo

Sekolah Kita

Di Puncak Festival Literasi, Siswa SMP Eksperimental Mangunan Diajak Bergembira dalam Belajar

Di Puncak Festival Literasi, Siswa SMP Eksperimental Mangunan Diajak Bergembira dalam Belajar
Keluarga besar SMP Eksperimental Mangunan, Sleman mengulirkan semangat bergembira dalam belajar melalui Puncak Festival Literasi 2023 yang diselenggarakan setiap akhir semester. (SMP Eksperimental Mangunan)
Setyono, Sekolah Kita22 November, 2023 00:07 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Keluarga besar SMP Eksperimental Mangunan, Sleman menggulirkan semangat bergembira dalam belajar melalui Puncak Festival Literasi yang diselenggarakan setiap akhir semester. Semangat ini menggambarkan proses belajar anak-anak di SMP Eksperimental Mangunan untuk ‘Nguripi Urip’ atau menghidupi hidupnya agar semakin ‘migunani’ untuk sesama.

Melalui rilis Selasa (21/11/2023), Wakasek Bidang Humas SMP Eksperimental Mangunan August Wisnu Aji menerangkan Puncak Festival Literasi adalah wujud perayaan kegembiraan mengakhiri proses pembelajaran proyek yang sudah dilaksanakan seluruh siswa dan guru.

“Meskipun sudah dilaksanakan secara rutin, namun kami selalu menampilkan hal-hal yang baru untuk ditampilkan dalam kegiatan ini,” kata Wisnu.

Bertema ‘Belajar Hidup Bersama itu Membahagiakan’, anak-anak diajak merasakan kegembiraan dan kebahagiaan saat belajar hidup bersama dengan orang-orang di sekitarnya. Tema ini merujuk pada konsep belajar yang digagas Rm YB Mangunwijaya sebagai pendiri Sekolah Eksperimental Mangunan.

“Proses belajar bagi anak-anak haruslah menggembirakan. Setiap  anak harus dapat menikmati proses belajarnya dalam suasana penuh kegembiraan, entah belajar bersama teman, guru, orang tua, bahkan juga masyarakat sekitar. Anak harus kerasan di sekolah, berdinamika dengan teman-temannya, sehingga mampu menemukan potensi yang dimiliki dan mengembangkannya secara optimal,” jelasnya.

Presentasi Proyek

Dari tema besar, lanjut Wisnu, pihaknya kemudian membagi dalam dua sub tema agar lebih mudah pengoperasionalnya yaitu ‘Gen-Z Belajar Hidup’ dan ‘What a Wonderfull World’.

Dengan dua sub tema inilah anak-anak, guru, dan juga orang tua berproses bersama untuk mendukung perkembangan anak agar dapat berkembang optimal seluruh potensi yang dimilikinya. 

Dengan konsep pembelajaran berbasis proyek, anak-anak didampingi untuk menemukan kegelisahan dan keprihatinannya atas kondisi di lingkungan sekitarnya yang membutuhkan tindakan.

Selama kegiatan Puncak Festival Literasi, seluruh siswa mempertanggungjawabkan proyek yang sudah dilakukannya lewat ruang, guna mendisplay hasil karya proyeknya.

“Pada kesempatan itu anak-anak mempresentasikan proyeknya kepada khalayak baik internal sekolah maupun eksternal seperti dari unit TK dan SD, orangtua, dan masyarakat sekitar sekolah,” jelasnya.

Dijadwalkan, presentasi proyek dilaksanakan mulai hari ini sampai Kamis (23/11/2023). Kemudian Jumat (24/11/2023) mereka menampilkan hasil belajar mereka di kelas Sanggar Ekspresi meliputi Kelas Menari, Kelas Teater, Kelas Ansambel, Kelas Paduan Suara, Kelas Fotografi, Kelas Beladiri, Kelas Sejarah, Kelas Menggambar, Kelas Karawitan, dan Kelas Creative Writing.

Masing-masing kelas akan menampilkan hasil belajarnya selama satu semester. Selain mempresentasikan secara klasikal peminatan, ada juga pentas kolaborasi dari dua atau lebih kelas ekspresi.

Dengan Puncak Festival Literasi anak-anak, guru, orangtua, dan semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran diharapkan mampu mensyukuri sekaligus merefleksi proses yang sudah terlaksana. Di sisi lain, juga bersiap untuk melaksanakan proses dalam pembelajaran berbasis proyek di semester berikutnya. 

Read Next