
Bagikan:

Bagikan:
JOGJA, Eduwara.com - Memasuki usia ke-48, SDN Rejodadi, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat komitmen dalam menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik melalui nilai-nilai budaya lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat Pawai Budaya Nusantara yang digelar pada Jumat (24/4/2026).
Kepala SDN Rejodadi, Siti Sarofah, dalam rilis Minggu (26/4/2026) menjelaskan bahwa peringatan Hari Jadi sekolah yang jatuh pada 24 April menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
“Hari ini kita menggelar berbagai ajang kegiatan yang dimulai dengan Karnaval Budaya Nusantara dari Lapangan Sonopakis Kidul menuju halaman sekolah,” ujarnya.
Karnaval budaya tersebut melibatkan guru, siswa, serta Bregodo Padukuhan XII Sidorejo. Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik mengamalkan nilai-nilai budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membentuk karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak baik.
“Kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara sekolah, alumni, dan masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk kemajuan pendidikan ke depan,” tambahnya.
Mengusung tema “Berilmu, Berbudaya, Berakhlak Menuju Generasi Unggul”, rangkaian acara menjadi bentuk apresiasi bagi guru, siswa, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Pentas Seni
Selain karnaval, kegiatan lain yang digelar di halaman sekolah meliputi pawai busana tradisional yang diikuti perwakilan setiap kelas dan guru, serta gebyar pentas seni siswa. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari siswa berprestasi, Syauqi Albi Fardzan Fahman Aji, yang membawakan lagu “Tabola Bale” karya Siprianus Bhuka. Syauqi merupakan peraih juara Lomba Drum tingkat nasional kategori anak, di Malang.
“Saya mulai belajar drum sejak usia 6 tahun. Saya sudah pernah ikut kompetisi di Malang dan Semarang,” ujar Syauqi singkat.
Syauqi mengaku terinspirasi oleh drummer Muhammad Iqbal atau Yoiqball. Selain fokus pada pendidikan, Syauqi juga rutin mengasah kemampuan bermusik. Bakat yang dimiliki Syauqi tak lepas dari dukungan keluarga. Putra pasangan Ita Kusumawati dan Fajar Kurnia Aji itu mendapat pembinaan langsung dari sang ayah yang memiliki studio musik di rumah mereka di Ngestiharjo.
“Awalnya dia suka memukul-mukul, lalu kami arahkan ke drum dan ikut les rutin. Ternyata dia sangat minat dan semangat,” ungkap Ita, sang ibu.
Dengan latihan yang konsisten, Syauqi berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi drum tingkat nasional. Dalam sepekan, ia mengikuti kursus musik dua kali dan berlatih mandiri hampir setiap hari di rumah.
“Harapannya ke depan dia bisa terus berkembang dan membanggakan orang tua serta sekolah,” pungkas Ita.