logo

Kampus

Pangkas Gap dengan Dunia Industri, Lulusan INSTIPER Langsung Diterima Kerja

Pangkas Gap dengan Dunia Industri, Lulusan INSTIPER Langsung Diterima Kerja
Para wisudawan INSTIPER yang mengikut prosesi Wisuda Sarjana dan Pascasarjana di Grha INSTIPER, Sabtu (23/5/2026). Pada Wisuda Sarjana ke-86 dan Pascasarjana ke-3 ini, Rektor INSTIPER, Harsawardana, melepas 292 lulusan. (EDUWARA/Dok. INSTIPER)
Setyono, Kampus25 Mei, 2026 05:58 WIB

Eduwara.com, JOGA – Upaya meningkatkan daya saing lulusan agar siap masuk ke dunia kerja terus dilakukan Institut Pertanian STIPER (ISTIPER) Yogyakarta, di antaranya dengan memperkuat kurikulum, kolaborasi industri, serta pengembangan kompetensi mahasiswa. Dengan upaya ini, INSTIPER berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang membawa inovasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Penegasan ini disampaikan Rektor INSTIPER, Harsawardana, saat memberi sambutan pada acara wisuda sarjana dan pasca sarjana kepada 292 mahasiswa, Sabtu (23/5/2026). Berlangsung di Grha INSTIPER, ini merupakan Wisuda Sarjana ke-86 dan Pascasarjana ke-3.

Pada periode wisuda kali ini, INSTIPER meluluskan sebanyak 292 lulusan yang terdiri dari 16 wisudawan program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan dan 276 lulusan Program Sarjana. Adapun rincian lulusan sarjana berasal dari Fakultas Pertanian sebanyak 167 orang, Fakultas Teknologi Pertanian 40 orang, Fakultas Kehutanan 69 orang.

“Prestasi membanggakan turut ditorehkan para lulusan di mana 147 lulusan atau sekitar 50 persen berhasil meraih predikat cumlaude. Selain itu, sebanyak 24 persen lulusan diterima bekerja sebelum pelaksanaan wisuda. Ini menunjukkan tingginya daya saing lulusan INSTIPER di dunia kerja,” kata Harsawardana.

Pendeknya waktu tunggu lulusan untuk memasuki dunia usaha dan dunia industri tidak lepas dari kurikulum pembelajaran di INSTIPER yang sengaja mengadopsi materi di dunia industri ke dalam materi pembelajaran sehingga gap antara dunia kampus dan dunia industri dapat diminimalkan.

Para mahasiswa disiapkan masuk dunia kerja dengan dididik melalui INSTIPER Academy yang ada serta melalui kegiatan praktik lapangan dan magang di perusahaan. Melalui mekanisme ini mahasiswa memiliki bekal tidak hanya teori namun juga telah mendapatkan gambaran dunia kerja serta sudah belajar bekerja saat magang.

“Beberapa mahasiswa yang telah diterima bekerja saat wisuda, ada yang diterima di perusahaan melalui golden ticket dari perusahaan mitra kerja INSTIPER. Mereka sebelumnya magang di perusahaan sehingga tidak perlu seleksi lagi. Rata-rata waktu tunggu lulusan INSTIPER kurang dari 6 bulan setelah lulus,” lanjutnya.

Ikatan Dinas

Selain itu, kerja sama beasiswa ikatan dinas di INSTIPER dari perusahaan mitra pemberi beasiswa akan memberikan kesempatan bagi lulusan INSTIPER untuk langsung bekerja setelah lulus. Terkait hal ini, terdapat 125 wisudawan penerima beasiswa yang berhasil menyelesaikan studi, di antaranya dari PT Asian Agri sebanyak 5 orang, PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) sebanyak 46 orang, KIP Kuliah sebanyak 13 orang, PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) sebanyak 5 orang, 4 orang merupakan penerima beasiswa Pemda Nias Selatan.

Wisuda kali ini juga menjadi wisuda yang istimewa karena INSTIPER, untuk pertama kalinya, meluluskan 50 orang wisudawan penerima Beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Tercatat 26 wisudawan dari minat studi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) dan 24 wisudawan dari minat studi Sarjana Manajemen Bisnis Perkebunan (SMBP) telah menyelesaikan studi dengan waktu studi selama 3,7 tahun dan IPK rata-rata sebesar 3,77.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjenbun Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, menyebut para lulusan langsung dihadapkan pada tantangan kondisi dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Sebagai upaya mendukung program Presiden Prabowo Subianto pada ketahanan pangan dan energi, para lulusan diminta untuk menyukseskannya. Ini merupakan fokus utama yang harus diraih dalam waktu sesingkat mungkin.

“Ketahanan pangan didorong melalui swasembada pangan, sedangkan ketahanan energi didorong salah satunya melalui subsektor perkebunan dengan memanfaatkan kelapa sawit sebagai salah satu resource energi yang dapat dimanfaatkan,” terangnya.

Dipaparkan Iim, industri kelapa sawit memiliki peran yang strategis. Dengan luas areal perkebunan kelapa sawit indonesia mencapai 16,83 juta hektar dengan produksi 47,4 juta ton setara CPO yang menjadikan Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Kemudian, industri sawit juga berkontribusi penciptaan lapangan kerja untuk 16,5 juta orang, dan penyumbang devisa terbesar non migas. Hal ini menunjukkan bahwa industri ini membutuhkan banyak tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung, dari hulu sampai hilir.

“Kepada 50 orang lulusan penerima program beasiswa SDM perkebunan kelapa sawit angkatan I tahun 2022. Saya berharap kalian segera bisa berkontribusi konkret dalam industri perkebunan kelapa sawit,” pungkasnya.

Read Next