logo

Kampus

Mahasiswa ISI Yogyakarta Praktik Kelola Pameran Seni Visual

Mahasiswa ISI Yogyakarta Praktik Kelola Pameran Seni Visual
Lebih dari 70 mahasiswa Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta angkatan 2025 terlibat aktif dalam kegiatan bertajuk “Delapan Pameran Seni Visual Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta 2026” digelar di berbagai lokasi di Bantul dan Kota Yogyakarta, mulai 23 April hingga 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang praktik dan bagian dari pembelajaran dalam mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran (TKP) #1 yang berfokus pada studi Manajemen Pameran. (EDUWARA/ISI Yogyakarta)
Setyono, Kampus20 April, 2026 05:41 WIB

JOGJA, Eduwara.com - Delapan pameran seni visual yang digelar di berbagai lokasi di Bantul dan Kota Yogyakarta bakal menjadi ruang praktik sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 23 April hingga 13 Mei 2026.

Mengusung tajuk “Delapan Pameran Seni Visual Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta 2026”, agenda tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta, Trisna Pradita, menjelaskan penyelenggaraan pameran di berbagai ruang publik diharapkan mampu menghadirkan seni visual yang lebih dekat, inklusif, dan kontekstual bagi masyarakat luas.

“Melalui penyelenggaraan pameran seni di berbagai ruang publik di Yogyakarta, program ini diharapkan mampu menghadirkan seni visual secara lebih dekat, inklusif, dan kontekstual bagi masyarakat luas,” kata Trisna Pradita, Jumat (17/4/2026).

Trisma menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran praktik dalam mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran (TKP) #1 yang berfokus pada studi Manajemen Pameran. Mata kuliah tersebut diampu oleh dosen Mikke Susanto, Dian Ajeng Kirana, dan Emillo In Zighana.

Lebih dari 70 mahasiswa Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta angkatan 2025 terlibat aktif dalam kegiatan ini, didampingi oleh empat dosen sebagai mentor dan supervisor. Para mahasiswa terbagi ke dalam delapan kelompok kerja yang masing-masing bertanggung jawab merancang, mengelola, hingga merealisasikan pameran dengan tema berbeda di berbagai titik lokasi.

Lintas Generasi

Sekitar 70 seniman turut ambil bagian dalam delapan pameran tersebut, baik dari Yogyakarta maupun luar daerah. Mereka terdiri dari seniman yang masih aktif berkarya hingga yang telah wafat, sebagai upaya membangun dialog lintas generasi dalam seni rupa.

Adapun lokasi penyelenggaraan tersebar di sejumlah ruang alternatif dan institusi seni, seperti On the Pop Cafe, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Sangkasa Gallery, Bale Black Box Laboratory, Bakmi Maju Tak Gentar, Survive! Garage, serta JNM Bloc. 

“Keberagaman lokasi ini mencerminkan ekosistem seni di Yogyakarta yang dinamis, mulai dari ruang seni hingga ruang keseharian seperti kafe dan tempat makan,” katanya.

Agenda tahunan ini, menurut Trisna, penting dalam membantu mahasiswa memahami perkembangan penyelenggaraan event sekaligus mengasah keahlian di bidang pengelolaan seni. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh praktik seni visual serta dinamika di balik pengelolaan pameran.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dalam tata kelola budaya, khususnya seni visual, sekaligus memperkuat jejaring antara akademisi, seniman, dan publik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Read Next