logo

Kampus

Mahasiswa UMBY Kembangkan Produk Inovatif Berbasis Kelapa di Kulon Progo

Mahasiswa UMBY Kembangkan Produk Inovatif Berbasis Kelapa di Kulon Progo
Tim PPK Ormawa HIMATA UMBY bersama Lurah Depok Agus Wahzudi, para kepala dukuh, pengurus BUMKal, hingga perwakilan PKK Kalurahan Depok, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, seusai sosialisasi ‘Diversifikasi Produk Kelapa Terpadu untuk Penguatan Kewirausahaan Kalurahan Depok Menuju Sentra Ekonomi Kreatif’, di Balai Desa Depok, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, Kamis (4/6/2026). (EDUWARA/Dok. UMBY)
Setyono, Kampus08 Juni, 2026 23:21 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMATA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar sosialisasi ‘Diversifikasi Produk Kelapa Terpadu untuk Penguatan Kewirausahaan Kalurahan Depok Menuju Sentra Ekonomi Kreatif’. Berlangsung Kamis (4/6/2026), kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Depok, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo.

Program pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) Kemdikbudristek Tahun 2026 ini dihadiri sekitar 40 peserta. Mereka terdiri dari unsur pemerintah kalurahan, seperti Lurah Depok Agus Wahzudi, para kepala dukuh, pengurus BUMKal, hingga perwakilan PKK.

Ketua Tim PPK Ormawa UMBY, Zenobius Meo Pasu, menjelaskan program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang melimpah di Desa Depok. Melalui pengembangan produk inovatif, program ini diharapkan mampu memicu lahirnya wirausaha baru.

“Potensi kelapa di Kalurahan Depok sangat besar. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga didampingi dalam pengelolaan usaha agar bisnisnya berkelanjutan,” kata Zenobius, dikutip Senin (8/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, warga akan didampingi untuk memproduksi berbagai produk turunan kelapa, seperti Virgin Coconut Oil (VCO), sabun kelapa, balsam alami, kerupuk ampas kelapa, coconut aminos, hingga kokedama berbahan serat kelapa. Selain aspek produksi, pelatihan juga mencakup pembukuan usaha, strategi pemasaran, dan legalitas usaha.

Integrasi

Dosen Pendamping PPK Ormawa UMBY, Ika Wulandari, menegaskan pentingnya integrasi antara produksi dan manajemen keuangan.

“Diversifikasi produk adalah langkah strategis, namun keberlanjutannya ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, pemasaran, dan legalitas. Seluruh aspek itu akan kami dampingi penuh,” kata Ika.

Inisiatif dari sivitas akademika UMBY ini disambut hangat oleh pemerintah setempat. Lurah Depok, Agus Wahzudi, menilai program ini menjawab langsung kebutuhan warga untuk menghasilkan produk yang lebih kompetitif.

Apresiasi senada juga datang dari para kepala dukuh. Harsono selaku Kepala Dukuh 11, mengatakan pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi warga yang selama ini hanya menjual kelapa secara konvensional. Kepala Dukuh 4, Elis, menambahkan bahwa kelompok ibu-ibu PKK sangat antusias dengan pelatihan ini karena berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat ini, Kalurahan Depok diharapkan siap melangkah menjadi sentra ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. 

Read Next