logo

Kampus

Menteri Agama Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga

Menteri Agama Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian dan pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Kedokteran FK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Peresmian Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter ini, menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (EDUWARA?Dok. UIN Sunan Kalijaga)
Setyono, Kampus05 Juni, 2026 21:09 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta akhirnya memiliki Fakultas Kedokteran(FK) dengan dua program, yaitu Studi Kedokteran dan Program Profesi Kedokteran di usia yang lebih dari tujuh dekade sejak berdirinya. Peresmian kedua program itu langsung dihadiri oleh Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar.

Kehadiran program ini menjadi babak baru kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan yang unggul, profesional, dan berkarakter.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, mengatakan kehadiran program baru bukan sekadar penambahan program akademik, melainkan manifestasi dari visi besar universitas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang terintegrasi antara sains, etika, spiritualitas, nilai-nilai kemanusiaan, dan keislaman.

“Indonesia membutuhkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta kemampuan memahami dimensi spiritual dan budaya masyarakat yang dilayaninya,” kata Noorhaidi, Jumat (5/6/2026).

Pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga, disebut Noorhaidi, dibangun di atas paradigma integrasi-interkoneksi yang selama ini menjadi ciri khas universitas. Melalui pendekatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga berkomitmen melahirkan dokter yang menguasai ilmu kedokteran modern berbasis bukti ilmiah sekaligus memiliki empati, etika, dan komitmen pengabdian kepada kemanusiaan.

Menag Nasaruddin Umar, menyebut kehadiran Program Studi Kedokteran sebagai langkah strategis yang makin menyempurnakan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai universitas Islam yang utuh.

“Universitas adalah samudra yang mampu menampung universalitas ajaran Islam. Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadikan UIN Sunan Kalijaga makin lengkap sebagai universitas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Baitul Hikmah

Nasaruddin berharap UIN Sunan Kalijaga dapat menjadi “Baitul Hikmah Baru”, yakni pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memadukan kajian keislaman, sains, teknologi, kesehatan, dan berbagai bidang keilmuan lainnya dalam satu ekosistem akademik yang kuat.

Nasaruddin juga berharap dokter lulusan perguruan tinggi Islam memiliki keunggulan tersendiri karena tidak hanya dibekali kompetensi medis, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi spiritual dan hubungan kemanusiaan yang baik dengan pasien.

“Human relation sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Dokter yang memahami nilai-nilai agama dan mampu menghadirkan empati akan memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat,” paparnya.

Nasaruddin juga menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta, memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan sains, teknologi, dan peradaban Islam modern di masa depan.

Dengan peresmian Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran program tersebut diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan tenaga kesehatan nasional, tetapi juga melahirkan dokter-dokter masa depan yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Read Next