logo

Sekolah Kita

Pemkot Yogyakarta Ajak Pelajar Terlibat Gerakan Reresik Sekolah

Pemkot Yogyakarta Ajak Pelajar Terlibat Gerakan Reresik Sekolah
Pelajar Kota Yogyakarta diajak peduli pada kebersihan lingkungan. (EDUWARA/Dok. Humas Pemkot Yogyakarta)
Setyono, Sekolah Kita18 Oktober, 2026 21:13 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta aktif mengajak generasi muda dalam upaya melestarikan dan kebersihan lingkungan melalui Gerakan Reresik Sekolah yang melibatkan pelajar mulai dari TK, SD sampai SMP. Program ini menjadi perwujudan pendidikan karakter yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam menjaga lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.

Berlangsung pada hari aktif sekolah akhir pekan kemarin, Jumat (16/10/2026), Gerakan Reresik Sekolah dipusatkan di SMPN 10 Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut melibatkan pelajar dari TK Gajah Wong, TK Bintang, SD Negeri Pabelan, SD Negeri Pakel, SMP Negeri 10 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta, dan SMP Negeri 4 Yogyakarta.

Kegiatan ini diisi dengan aksi kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan kawasan sungai. Para pelajar bergotong royong membersihkan area sepanjang Jalan Tritunggal, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo hingga kawasan tepi timur Sungai Gajah Wong.

“Aksi bersih-bersih ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan kelestarian sungai di Kota Yogyakarta,” kata Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori, dilansir pada Minggu (18/10/2026).

Dalam program ini, menurut Budi, Pemkot Yogyakarta mengajak para pelajar membiasakan perilaku hidup bersih sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah. Budi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan ruang kelas, toilet, dan kamar mandi, serta tidak membuang sampah sembarangan.

“Keberhasilan tidak dapat diperoleh tanpa usaha dan doa. Karena itu, mari para siswa untuk terus meningkatkan semangat belajar agar dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan harapan dan impian masing-masing,”paparnya.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata.

“Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Anak-anak belajar menjaga Kota Yogyakarta dimulai dari hal-hal kecil, menjaga kebersihan, peduli lingkungan, dan bekerja sama dengan semangat gotong royong,” ujarnya.

Deni berharap, kebiasaan positif yang dibangun melalui kegiatan ini dapat terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat.

Hari Santri

Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta, menegaskan aksi membersihkan sungai memiliki makna lebih luas daripada sekadar memungut sampah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat sejarah dan budaya yang melekat pada kehidupan masyarakat Kota Yogyakarta.

“Kami berharap aksi bersih sungai tidak berhenti setelah kegiatan seremonial selesai. Lingkungan yang bersih dapat mendukung terciptanya suasana yang aman dan nyaman sehingga berdampak positif terhadap proses pembelajaran,” ujarnya.

Edy juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah disediakan pemerintah.

“Melalui Gelar Pelajar dan Pemuda Kota Yogyakarta ini, harapannya, para pelajar terus semangat gotong royong, peduli terhadap lingkungan, kreativitas, dan kedisiplinan agar dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari para pelajar,” jelasnya.

Selain pelajar, Pemerintah Kota Yogyakarta juga berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta mengajak santri untuk Reresik Kali Code di kawasan Taman Perwira, Prawirodirjan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 sekaligus mendukung gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Yogyakarta.

Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, mengatakan peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus meneruskan semangat pengabdian melalui kegiatan positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengapresiasi keterlibatan jajaran Kemenag dan para santri dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut aksi Reresik Kali Code sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas gerakan kebersihan, mulai dari kawasan jalan hingga lingkungan sungai.

Rajwan menjelaskan, penanganan kebersihan di Kota Yogyakarta dilakukan secara bertahap. Setelah penataan sejumlah titik di pinggir jalan dan penanganan sampah liar, kegiatan kini menyasar sungai sebagai bagian penting dari lingkungan perkotaan.

Read Next