logo

Vokasi

Politeknik Lampung Kembangkan Smart Farming

Politeknik Lampung Kembangkan Smart Farming
Politeknik Negeri Lampung menggandeng PT Habibie Digital Nusantara mengembangkan program teknologi pertanian berbasis internet of things alias smart farming. (Ditjen Vokasi Kemendikbudristek)
Bunga NurSY, Vokasi01 November, 2021 05:30 WIB

Eduwara.com, LAMPUNG—Politeknik Negeri Lampung menggandeng PT Habibie Digital Nusantara mengembangkan program teknologi pertanian berbasis internet of things alias smart farming.

Program itu diaplikasikan di di Lahan Penelitian dan Produksi Benih Hortikultura Tropika Seed Teaching Farm (STEFA) dan sekaligus menjadi teaching factory bagi peserta didik Polinela.

Ketua Seed Teaching Farm (STEFA) Polinela Anung Wahyudi menyampaikan, pihaknya terus berupaya dalam membangun kerja sama dengan industri guna menghasilkan produk serta lulusan yang bekualitas. 

“Kami terus mendorong kerja sama dengan industri agar membuka 'link & match' sehingga para mahasiswa memiliki keinginan lebih untuk menoreh prestasi. Kita juga membeli biji-bijian semangka di Jepang agar dibudidaya sehingga menghasilkan produk yang berkualitas,” ujarnya seperti dikutip dari rilis Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Sabtu (30/10/2021).

Kerja sama di bidang teknologi pertanian tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sensor realtime terhadap intensitas cahaya, suhu, kelembaban, dan tanaman nutrisi. 

Anung menambahkan, salah satu inovasi di bidang pertanian yang terus berkembang ini dilakukan Polinela dengan membudidaya tanaman semangka yang memiliki keunikan tersendiri, yakni berbentuk persegi dan hati. Dengan keunikan tersebut, semangka yang dibudidayakan tersebut akan memiliki nilai jual yang tinggi.

Selain itu, Polinela juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensinya agar mampu berdaya saing global serta mudah terserap di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. 

Karenanya, hasil budidaya pertanian maupun perkebunan yang dihasilkan oleh Polinela kemudian dihilirkan ke masyarakat melalui pasar-pasar tradisional, bahkan pasar-pasar konvensional. Alhasil, kualitas sayur dan buah yang baik tersebut membuat masyarakat turut membeli hasil pertanian maupun perkebunan dari Polinela.

Anung pun berharap, mahasiswa juga dapat mewarisi pengalamannya agar dapat melahirkan inovasi terbaik lainnya. “Saya sharing pengalaman saya selama studi di luar negeri. Hal itu tentu tidak lain agar dapat memotivasi mahasiswa untuk menekuni dan melanjutkan studi di bidang keahliannya, sehingga dapat mengimplementasi dengan tepat guna melahirkan inovasi terbaru yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Read Next