logo

Kampus

Tahun 2024, Kemendikbudristek Targetkan 193 Mahasiswa Terlibat Program MBKM

Tahun 2024, Kemendikbudristek Targetkan 193 Mahasiswa Terlibat Program MBKM
Direktur Belmawa Diktiristek Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani dan Rektor UGM Ova Emilia seusai penandatanganan nota kesepahaman bersama tentang pengelolaan program MBKM melalui penyelenggaraan Swakelola Tipe II antara UGM dan Belmawa Diktiristek, Jumat (29/12/2023), di Gedung Pusat UGM. Pada kesempatan tersebut, Ketua PPKM Gugup Kismono menjelaskan bahwa pada 2024 Kemendikbudristek menargetkan 193 ribu mahasiswa akan terlibat dalam program MBKM. (EDUWARA/Dok. UGM)
Setyono, Kampus31 Desember, 2023 09:55 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menargetkan 193 ribu mahasiswa akan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada 2024.

Selama 2023, lebih dari 134 ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terlibat dengan delapan program MBKM seperti magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri, kampus mengajar hingga program kewirausahaan.

“Peningkatan keikutsertaan mahasiswa dalam MBKM dalam rangka mendorong mereka menguasai berbagai keilmuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja,” kata Ketua Pelaksana Pusat Kampus Merdeka (PPKM), Gugup Kismono, Jumat (29/12/2023).

Dengan menggandeng banyak mitra seperti perguruan tinggi ternama di luar negeri untuk program pertukaran mahasiswa dan berbagai perusahaan untuk kegiatan magang kerja bersertifikat, gugup mengatakan tahun depan pihaknya ingin lebih banyak network dan universitas kenamaan di seluruh dunia bergabung.

Inpres MBKM

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Belmawa Diktiristek) Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani, menyampaikan apresiasi pada PPKM yang telah menyukseskan program MBKM dalam sejak 2020.

Selain meningkatkan jumlah mahasiswa dan eksposur internasional, pihaknya juga akan melibatkan banyak mitra perusahaan yang terlibat, bahkan akan mendapat dukungan dari Presiden.

“Nantinya akan ada Inpres MBKM kepada semua kementerian dan perusahaan BUMN untuk mendukung program ini dan ini tentu menjadi loncatan yang besar yang diberikan negara untuk program ini,” jelasnya.

Yang tidak kalah penting, lanjut Suning, melalui program MBKM ini, pemerintah akan melibatkan banyak perguruan tinggi di berbagai daerah untuk banyak terlibat sehingga meningkatkan akses mahasiswanya pada kegiatan pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi besar dan ternama.

“Kita inginkan perguruan tinggi dari luar Jawa dan jauh bisa mengakses pendidikan yang lebih baik dengan program ini,” katanya.

Dengan UGM, Kemendikbudristek bekerja sama dalam pengelolaan program MBKM melalui penyelenggaraan Swakelola Tipe II.

Rektor UGM Ova Emilia, menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbudristek yang telah mempercayakan pada UGM untuk mengawal program MBKM ini.

“Sejak dua tahun ini, kita dipercaya melaksanakan program untuk pendidikan yang lebih berkualitas . Kita harapkan bisa meningkatkan percepatan dari capaian program MBKM ini,” katanya.

Read Next