logo

Kampus

Tanam 197 Pohon, UII Perkuat Komitmen sebagai Kampus Hijau

Tanam 197 Pohon, UII Perkuat Komitmen sebagai Kampus Hijau
Rektor UII Yogyakarta, Fathul Wahid, memimpin aksi penanaman 197 pohon di kawasan Embung Pelang, Selasa (21/4/2026). Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-83 UII yang mengusung tema “Jejak Lestari dalam Harmoni” dan juga memperkuat komitmen UII Yogyakarta sebagai Kampus Ramah Lingkungan. (EDUWARA/Dok. UII Yogyakarta)
Setyono, Kampus22 April, 2026 01:24 WIB

JOGJA, Eduwara.com - Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta terus memperkuat komitmen sebagai Kampus Ramah Lingkungan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya diwujudkan dalam aksi penanaman 197 pohon di kawasan Embung Pelang, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UII, Fathul Wahid, bersama jajaran pimpinan kampus tersebut. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-83 UII yang mengusung tema “Jejak Lestari dalam Harmoni”.

Fathul menjelaskan, penanaman pohon kali ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya dalam melestarikan 37 jenis bambu di lokasi yang sama. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang menjaga kelestarian lingkungan kampus.

“Tak hanya sebagai puncak peringatan Milad ke-83, aksi penanaman ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya dalam melestarikan berbagai jenis tanaman,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, ditanam tujuh jenis pohon, yakni 100 batang kemuning, 39 malapari, 30 pucuk merah, 5 akasia, 12 asem londo, 10 asem jawa, serta satu pohon sukun.

Menurut Fathul, penanaman ini memiliki manfaat ekologis sekaligus sosial. Selain menambah ruang hijau kampus, keberadaan pepohonan diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, menyuburkan tanah, serta menghadirkan energi positif bagi civitas akademika.

“Ruang hijau akan memberikan kesegaran dan kelapangan dalam berpikir. Ini penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa,” katanya.

Fathul juga menambahkan bahwa tanaman yang dipilih merupakan varietas yang relatif mudah dirawat, namun tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Makna Spiritual

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, Asmuni, menyoroti makna spiritual dari kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa dalam perspektif Islam, menanam pohon merupakan sedekah jariah yang pahalanya terus mengalir selama pohon tersebut memberi manfaat.

Asmuni menjelaskan bahwa pohon akasia yang ditanam memiliki nilai filosofis, ekologis, dan historis. Selain dikenal sebagai tanaman yang tangguh dan cepat tumbuh, akasia juga mencerminkan nilai istiqamah, kebermanfaatan, serta keseimbangan antara kekuatan dan keindahan.

“Karakter kayunya yang keras dan tahan lama menjadi pengingat pentingnya prinsip hidup yang kokoh, sementara kemampuannya tumbuh di lahan menantang melambangkan semangat untuk terus memberi manfaat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asmuni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi penghijauan, melainkan manifestasi nilai-nilai spiritual dan historis Islam dalam menjaga bumi sebagai amanah bersama.

Melalui kegiatan ini, UII berharap dapat menjadi kampus percontohan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Penanaman pohon diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah komitmen jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

Read Next