logo

Bisnis

Tokocrypto-Telkom University Hadirkan Sarana Edukasi Blockchain di Bandung

Tokocrypto-Telkom University Hadirkan Sarana Edukasi Blockchain di Bandung
Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University Ratri Wahyuningtyas saat penandatangan kerjasama peluncuran pusat inovasi Blockchain di Bandung, Senin (10/1/2022). (TokoCrypto)
Setyono, Bisnis11 Januari, 2022 10:44 WIB

Eduwara,JOGJA – Perusahaan rintisan Tokocrypto bekerjasama dengan Telkom University meluncurkan pusat inovasi blockchain di Bandung, Jawa Barat, sebagai sarana pengenalan teknologi tersebut ke masyarakat.

Peluncuran yang dilakukan pada Senin (10/01/2022) itu dilatarbelakangi kondisi bahwa kehadiran teknologi blockchain sebagai motor penggerak utama di perkembangan industri 4.0 belum banyak dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Dalam rilis yang diterima Eduwara.com Selasa pagi (11/1/2022), Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda menerangkan keberadaan pusat inovasi yang diberi nama 'Pojok Kripto' agar masyarakat luas lebih memahami teknologi blockchain dan aset kripto.

"Proyek ini, Pojok Kripto, adalah dedicated space dengan tujuan sebagai pusat inovasi, di mana masyarakat dan sivitas akademika dapat belajar dan mengambil kelas khusus untuk memahami teknologi blockchain dan aset kripto," kata Teguh.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, melalui Pojok Krypto, Tokocrypto berupaya memberikan kontribusi positif untuk Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain

Tokocrypto mendukung talenta lokal Indonesia untuk terus berkembang dan berinovasi. Serta mendukung segala bentuk penelitian yang berkaitan dengan blockchain dan aset kripto. 

Lebih lanjut Teguh menerangkan saat ini blockchain tidak hanya dikaitkan dengan currency saja, tapi dapat digunakan dalam banyak hal dengan menggunakan smart contracts dan decentralized autonomous organization (DAO) baik itu di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan menciptakan potensi yang besar. 

Menurutnya, blockchain punya keunggulan dari sisi keamanan, transparan dan kecepatan transaksi. Maka dari itu, kerja sama ini ini diharapkan dapat memperdalam dan memperluas penetrasi teknologi blockchain ke seluruh penjuru Indonesia.

"Tantangan bagi kami saat ini adalah bagaimana mencari talenta teknologi di bidang blockchain dapat berkontribusi untuk Indonesia. Kerja sama ini dapat memberdayakan talenta lokal untuk mengembangkan kapasitasnya di tanah air," ucapnya.

Sebagai pendukung, Teguh mengatakan pihaknya turut menghadirkan program TokoScholars untuk mengenalkan aset kripto bersama ekosistemnya kepada masyarakat luas. Program ini memberikan edukasi terkait aset kripto dan teknologi blockchain dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan market dan literasi kripto di Indonesia.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University Ratri Wahyuningtyas mengungkapkan kerja sama kedepan dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa dan pengajar mengenai penggunaan blockchain

"Tantangannya saat ini adalah terkait pada pemanfaatan dan pengaplikasiannya bagaimana blockchain dapat mengubah perekonomian suatu negara secara efektif dan efisien," ungkapnya.

Teknologi blockchain sendiri diprediksi mampu berkontribusi pada perdagangan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan tumbuh pesat delapan kali lipat pada tahun 2030.

"Saat ini sekitar Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030. Angka itu sebesar 18 persen dari total PDB Nasional. Sementara, riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030," lanjutnya.

Read Next