
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Sebagai sebuah institusi pendidikan yang terus bergerak memperkuat reputasi akademik, baik di tingkat nasional maupun global, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta terus mendorong budaya kolaboratif antar semua elemen kependidikan dengan mahasiswa. Dorongan itu sebagai upaya membentuk para mahasiswa menjadi generasi yang tidak takut menghadapi perubahan.
“Sebab, selama menjadi mahasiswa, mereka ditempa bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan nilai, etika, dan spiritualitas, yang menjadi fondasi dalam menghadapi dinamika zaman,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki, Kamis (21/5/2026).
Abdur Rozaki menyampaikan hal tersebut saat melepas para mahasiswa dalam prosesi Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 melalui Sidang Senat Terbuka UIN Sunan Kalijaga, yang digelar dua hari, Rabu-Kamis (20-21/5/2026).
Rabu (20/5/2026), sebanyak 590 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga telah diwisuda, yang terdiri atas 73 lulusan dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, 104 lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 262 lulusan Fakultas Syariah dan Hukum, 91 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi, serta 60 lulusan Pascasarjana.
Kamis (21/5/2026), UIN Sunan Kalijaga kembali mewisuda 555 mahasiswa, yang terdiri atas 230 lulusan dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 158 lulusan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 115 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta 52 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.
Rozaki mengatakan salah satu bukti kehadiran budaya kolaboratif adalah keberhasilan UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat ke-37 dunia bidang Religious Studies versi QS World University Rankings serta posisi ke-7 dunia bidang yang sama versi SCImago Institutions Rankings.
Tak hanya itu, UIN Sunan Kalijaga juga baru saja mendapat izin dari Kemendiktisaintek untuk membuka Program Studi Kedokteran (Prodi) dan Profesi kedokteran.
“Ini memperluas mandatori UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan akses kepada anak bangsa terbaik untuk menempa pendidikan, meraih ilmu pengetahuan, dan pengabdian masyarakat,” tegasnya.
Menurut Rozaki, hal tersebut bukan sekadar kebanggaan institusi, tetapi juga energi moral bagi para lulusan UIN Sunan Kalijaga untuk percaya diri menghadapi masa depan. Sebab, mereka berasal dari “rumah besar intelektual” yang memiliki tradisi keilmuan, keterbukaan, pembaruan pemikiran, dan semangat inovasi yang terus berkembang.
Ekosistem Kampus
Kehadiran ekosistem kampus yang kondusif sehingga kualitas akademik unggul juga diamini salah satu lulusan tercepat, Dina Istiqomah, wisudawati Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Menurut Dian, peran UIN Sunan Kalijaga sangat signifikan dalam membentuk capaian akademiknya. Lingkungan akademik yang inklusif, budaya diskusi yang kuat, serta akses terhadap dosen-dosen yang kompeten menjadi faktor penting dalam proses belajarnya.
“Di UIN Sunan Kalijaga, saya merasakan suasana akademik yang sangat mendukung. Dosen terbuka untuk diskusi, dan mahasiswa didorong untuk aktif berpikir kritis,” ungkapnya.
Dian juga memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi intensif dengan dosen serta membangun jejaring akademik dengan teman sejawat. Budaya kolaboratif yang dibangun di kampus mendorongnya untuk terus berkembang, sekaligus memperkaya perspektif keilmuan yang ia tekuni.
UIN Sunan Kalijaga juga memberikan ruang luas bagi pengembangan diri mahasiswa, baik melalui kegiatan organisasi, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Dina memanfaatkan peluang tersebut dengan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari organisasi kemahasiswaan, komunitas literasi, hingga kegiatan relawan.
Di bidang akademik, dukungan institusi juga tecermin melalui fasilitas dan iklim riset yang mendorong produktivitas mahasiswa. Hasilnya, Dina berhasil menghasilkan berbagai karya ilmiah, termasuk artikel jurnal terindeks Sinta hingga buku antologi, dengan tema-tema yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti tafsir digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam studi Al-Qur’an.
Pandangan yang sama juga disampaikan salah satu orang tua mahasiswa, Abd. Syakur, Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang turut merayakan kelulusan sang putra, Muhammad Miqdad Al Ghifari Syatta.
Bagi Syakur, wisuda bukan sekadar seremonial, melainkan titik refleksi atas perjalanan panjang pendidikan seorang anak. Miqdad menempuh pendidikan sarjana di Universitas Al-Azhar, Mesir, sebelum melanjutkan studi di UIN Sunan Kalijaga.
Pilihan melanjutkan studi magister putranya dalam bidang Qur’anic Studies (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) karena dilandasi keyakinan bahwa UIN Sunan Kalijaga memiliki kualitas unggul di antara perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan mampu bersaing di level internasional.
“Kami selalu menekankan pentingnya disiplin, terutama dalam ibadah. Itu fondasi utama,” pungkasnya.