logo

Kampus

13 Tim Hadrah Tampil di Puncak Gema Selawat UII Yogyakarta

13 Tim Hadrah Tampil di Puncak Gema Selawat UII Yogyakarta
Penampilan salah satu tim hadrah pada babak final Gema Selawat, Festival Lomba Hadrah Banjari Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat yang diselenggarakan UII, Jumat (29/5/2026). Festival hadrah ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Milad ke-83 UII Yogyakarta. (EDUWARA/Dok. UII Yogyakarta)
Setyono, Kampus03 Juni, 2026 00:11 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Bertepatan dengan hari terakhir masa kerja periode kedua Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fathul Wahid, sebanyak 13 tim hadrah dari berbagai provinsi, Jumat (29/5/2026) tampil pada babak final Gema Selawat, Festival Lomba Hadrah Banjari Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat yang diselenggarakan UII.

Berlangsung di Auditorium Gedung KHA Wahid Hasyim, Fakultas Ilmu Agama Islam UII, festival hadrah ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Milad ke-83 UII Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Fathul Wahid menilai festival hadrah merupakan salah satu syiar Islam yang bersifat menghibur dan menyenangkan, yang menentramkan dan membahagiakan.

“Saya bersyukur festival ini digelar bertepatan dengan hari terakhir masa jabatan sebagai Rektor UII periode kedua. Saya resmi melepaskan jabatan Rektor UII bersamaan dengan pelantikan Rektor baru UII periode 2026-2030, Hari Purnomo pada Selasa besok,” ujarnya.

Fathul melihat kehadiran para finalis dari berbagai daerah menunjukkan bahwa seni hadrah banjari memiliki daya tarik kuat di kalangan pelajar dan terus berkembang sebagai bagian dari tradisi dakwah, kreativitas dan ekspresi keislaman.

Fathul berharap melalui Gema Selawat, UII Yogyakarta berupaya memperkuat nilai religius, budaya, dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.

“Saya melihat kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap selawat, seni Islami, dan tradisi pesantren yang hidup di tengah masyarakat,” paparnya.

Ruang Apresiasi Seni

Ketua Panitia Milad ke-83, Rizqi Anfanni Fahmi, mengatakan Gema Selawat hadir sebagai ruang apresiasi seni Islam bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Festival kali ini diikuti 13 finalis yang telah lolos seleksi dan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa finalis bahkan datang dari luar Pulau Jawa, termasuk dari Lampung dan Bengkulu,” jelasnya.

Rizqi menambahkan bahwa para peserta tidak hanya menampilkan kemampuan musikal, tetapi juga menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, adab dan semangat berkompetisi secara sehat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda positif yang terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya.

Gema Selawat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang mencintai seni Islam, menjaga tradisi selawat, serta berperan aktif dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di ruang publik. 

Read Next