
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA – Sebanyak 130 pelajar di Gunungkidul memperoleh bantuan pendidikan dari Lembaga Orang Tua Asuh (L-OTA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bantuan senilai Rp 36 juta ini diberikan sebagai bagian pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan dan sebagai tanggung jawab sosial dan moral bersama.
Seremoni penyerahan bantuan yang berlangsung Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, diterimakan kepada 94 siswa SD/MI, 32 siswa SMP/MTs, dan 4 siswa SMA/SMK. Penerima bantuan ini sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan ke L-OTA DIY.
Ketua L-OTA Gunungkidul, Badingah, mengimbau agar dana bantuan tersebut dapat digunakan sesuai dengan aturan dan petunjuk yang berlaku. Ia menekankan agar dana tersebut diperuntukkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak.
“Pokoknya, saya berharap anak-anakku untuk rajin belajar karena penentu masa depan panjenengan untuk bahagia atau tidak, sejahtera atau tidak, itu tergantung kepada panjenengan sendiri,” ujar Badingah, Rabu (7/10/2026).
Perwakilan donatur dari PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Yulia Fikriatin, menyampaikan komitmen bahwa pihaknya akan terus mendukung L-OTA dalam bidang pendidikan agar cita-cita siswa dapat tercapai menuju Indonesia Emas 2045. Yulia juga berharap agar ke depannya, kerja sama ini dapat lebih menjangkau masyarakat luas.
Fondasi Masa Depan
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gunungkidul, Diana Esti Lestari, menegaskan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak adalah fondasi paling utama bagi masa depan daerah. Menurutnya, pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan adalah tanggung jawab sosial dan moral bersama.
“Karena setiap anak berhak untuk tumbuh dengan bangga, bebas dari keterbatasan dan memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan,” imbuhnya.
L-OTA DIY pada Selasa (6/7/2026) juga menyalurkan bantuan pendidikan bagi 116 anak asuh di Kota Yogyakarta senilai total Rp 32,1 juta. Bantuan yang berasal dari Bank BPD DIY, PT Sarihusada Generasi Mahardika (SGM), PT Pamella Supermarket Yk, PT Ramai Putra Sejahtera, PT Madu Baru PG-PS Madukismo, PT Manna Kampus serta Bimbingan Belajar (Bimbel) Neutron ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, sekaligus menjaga agar anak-anak tidak putus sekolah di tengah keterbatasan finansial.
“Melalui intervensi ini, para siswa diharapkan memiliki kepastian untuk terus melanjutkan jenjang pendidikan formal dengan sarana penunjang yang memadai,” kata Perwakilan donatur dari PT Madubaru PG-PS Madukismo, Robby Chaniago.
Alokasi dana tersebut disalurkan untuk menopang kebutuhan belajar 86 siswa jenjang SD/MI, 26 siswa jenjang SMP/MTs, serta 5 siswa jenjang SMA/SMK.
Sinergi lintas sektor antara lembaga sosial, masyarakat, dan mitra dunia usaha ini diharapkan dapat terus memperkokoh komitmen pemerataan akses pendidikan di DIY. Melalui kesinambungan program orang tua asuh, setiap anak di Kota Pelajar didorong untuk memiliki kesempatan yang sama dalam menuntaskan wajib belajar tanpa kekhawatiran akan keterbatasan ekonomi.