63,70 Persen Lulusan SMK Kemenperin Tahun 2026 Terserap Dunia Kerja

17 Juli, 2026 17:11 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

17072026-SMTI lulusan.JPG
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melepas 2.369 lulusan dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian dalam acara Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI Tahun 2026, Kamis (16/7/2026). Pada pelepasan yang dilakukan secara serentak dan dipusatkan di Bogor, disampaikan bahwa sebanyak 63,70 persen atau sekitar 1.483 orang dari 2.369 lulusan tersebut telah terserap dunia kerja. (EDUWARA/Dok. Kemenperin)

Eduwara.com, BOGOR - Sebanyak 63,70 persen atau sekitar 1.483 orang dari 2.369 lulusan dari sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terserap dunia kerja. 

Hal ini membuktikan para lulusan kesembilan sekolah yang memiliki spesialisasi yang beragam, mulai dari Kimia Industri, Permesinan, Otomasi Industri hingga Mekatronika, telah menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, saat Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI Tahun 2026, yang dilakukan secara serentak dan dipusatkan di Bogor pada Kamis (16/7/2026).

Mengusung tema "Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan", Menperin Agus Gumiwang melepas 2.369 lulusan dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kemenperin.

“Saat ini dan ke depannya, pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional,” kata Agus, dikutip Jumat (17/6/2026).

Menurut Agus, saat ini, berdasarkan data, sektor industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan I Tahun 2026, menyampaikan industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional.

Agus memaparkan, industri pengolahan saat ini merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia dan terus menunjukkan kinerja yang positif. Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten.

“Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia," katanya.

Integritas

Agus menambahkan arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yaitu terus memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri. Karenanya, keberadaan sumber daya manusia industri yang kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut.

"Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi."

Selain kompetensi teknis, Menperin juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja. Keunggulan kompetensi harus berjalan beriringan dengan kejujuran dan tanggung jawab agar mampu menjaga mutu produk Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi, menyampaikan hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan atau 63,70 persen dari total lulusan SMK Kemenperin, telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri.

“BPSDMI juga akan terus memberikan pendampingan bagi lulusan yang masih dalam proses pencarian kerja melalui asistensi penempatan kerja maupun penguatan kompetensi,” jelasnya.

Hal itu pula yang diamanahkan kepada sivitas akademika Politeknik ATK Yogyakarta yang dalam Studium Generale hadir untuk mewujudkan komitmen perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian dalam mendukung pembangunan SDM industri yang unggul.

Melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, pembelajaran berbasis praktik, teaching factory, serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, Politeknik ATK Yogyakarta terus berupaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan industri nasional.