
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas (PKMU) Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) Surakarta berhasil mengembangkan potensi agrowisata Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui konsep "Wisata Panen". Program pendampingan tersebut juga membekali masyarakat dengan kemampuan pemasaran digital untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memperluas jangkauan promosi.
Pendampingan yang berlangsung sepanjang tahun 2026 ini dipimpin oleh dosen Program Studi S1 Pariwisata UPITRA, Oktavianus I Wayan Semuel, dengan mengusung tema "Pengembangan Agrowisata di Desa Kenalan: Pemberdayaan Petani Lokal melalui Wisata Panen dan Pendampingan Digital Marketing."
"Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah internal PKMU tahun 2026. Kami memilih Desa Kenalan karena memiliki potensi agrowisata yang didukung lahan pertanian yang subur serta panorama Gunung Merbabu yang sangat menarik," kata Semuel, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan hasil observasi lapangan, Semuel bersama tim yang juga melibatkan mahasiswa menemukan bahwa potensi agrowisata di Desa Kenalan belum dikelola secara optimal. Tantangan utama yang dihadapi adalah masih terbatasnya pemasaran digital serta minimnya keterlibatan wisatawan dalam aktivitas pertanian secara langsung.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim PKMU UPITRA merancang dua program utama. Pertama, mengembangkan model wisata edukasi yang mengajak wisatawan terlibat langsung dalam aktivitas bertani dan memanen hasil pertanian. Kedua, meningkatkan kapasitas petani lokal melalui pelatihan digital marketing agar mampu mempromosikan produk pertanian sekaligus pengalaman wisata yang ditawarkan.
"Kami merumuskan konsep agrowisata berbasis wisata panen di Dusun Kedakan yang dapat menjadi daya tarik wisata edukasi bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah," jelasnya.
Melalui program tersebut, lanjut Semuel, petani juga mendapatkan pendampingan dalam memanfaatkan berbagai platform digital sebagai media promosi.
"Kami optimistis program ini mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan agrowisata sebagai sumber pendapatan tambahan di luar kegiatan pertanian konvensional," katanya.
Ngunggah
Konsep Wisata Panen dirancang sebagai wisata edukasi yang memberikan pengalaman langsung kepada wisatawan untuk memetik hasil pertanian, seperti cabai, sayuran, kentang, hingga bit. Pengunjung juga diajak mempelajari teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga proses panen secara sederhana.
"Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati suasana pedesaan, tetapi juga memahami nilai ekonomi dan budaya dari praktik pertanian lokal. Konsep serupa juga telah diterapkan di sejumlah desa wisata berbasis agrowisata di Magelang, seperti Desa Ngargoretno," tambahnya.
Selain pengembangan paket wisata, Tim PKMU bersama dosen Program Studi S1 Pariwisata UPITRA juga memberikan pelatihan pembuatan konten promosi berupa foto, video, dan narasi sederhana yang dapat digunakan untuk memasarkan produk pertanian maupun pengalaman wisata panen melalui media digital.
Semuel mengatakan, pendampingan tersebut sekaligus mengajak petani memahami pentingnya budaya "ngunggah" atau mengunggah konten secara rutin di media sosial sebagai strategi promosi dan digital marketing. Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam mendukung pengembangan berbagai desa wisata di Indonesia.
Melalui berbagai program yang dijalankan, diharapkan petani Desa Kenalan tidak hanya berperan sebagai produsen hasil pertanian, tetapi juga menjadi pengelola wisata edukasi. Kehadiran Wisata Panen diyakini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan hasil pertanian secara langsung kepada wisatawan sekaligus memperkuat daya saing desa sebagai destinasi agrowisata.
"Pendampingan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui inovasi agrowisata," ujarnya.
Semuel berharap, melalui pengembangan Wisata Panen dan pendampingan digital marketing, masyarakat mampu memanfaatkan potensi desa secara lebih kreatif, inklusif, dan berkelanjutan sehingga Desa Wisata Kenalan semakin dikenal sebagai destinasi yang memadukan sektor pertanian, pendidikan, dan pariwisata.
Program tersebut juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif berbasis potensi lokal, khususnya pada sektor pertanian dan pariwisata.