Gagasan
20 Juli, 2026 22:57 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Upaya menumbuhkan budaya membaca atau literasi di tengah masyarakat terus digalakkan pemangku kepentingan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Upaya tersebut, mulai dari membaca bersama di ruang publik, gelaran lomba bertutur dongeng nusantara sampai penguatan peran bunda dalam menumbuhkan serta menguatkan budaya gemar membaca.
Langkah membaca bersama di ruang publik diinisiasi pengelola Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan mengundang masyarakat umum untuk bersama-sama membaca secara senyap (silent reading) di pelataran hutan pinus, Jumat (17/7/2026) sore.
Marketing Communication GIK UGM, Cham Husein, menjelaskan silent reading dipilih sebagai respons terhadap semakin berkembangnya komunitas literasi di Yogyakarta yang mulai rutin mengadakan kegiatan serupa untuk menumbuhkan minat baca masyarakat.
Mengambil tema, "Hening" atau Healing Through Nature and Reading, gerakan ini terwujud berkat kolaborasi dengan dibukumoerah.id, bacabarengjogja, dan brilliantbookscorner.
"Kami melihat sudah banyak komunitas di Yogyakarta yang menyelenggarakan kegiatan silent reading sebagai upaya membangun semangat literasi. Karena itu, kami ingin mewadahi kegiatan tersebut melalui acara Hening yang diselenggarakan di Hutan Pinus GIK UGM," ujar Cham dilansir Senin (20/7/2026).
Dari evaluasi kegiatan pertama tersebut, Cham melihat antusianisme masyarakat untuk mengikuti membaca bersama disambut positif. Karena itu, GIK UGM berencana menyelenggarakan acara serupa sebulan sekali, yang nantinya ditentukan waktunya pada Jumat, Sabtu, atau Minggu.
“Harapannya, Hening bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk melepas penat setelah menjalani hari-hari yang padat dengan pekerjaan,” tuturnya.
Cerita Rakyat
Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menobatkan Atika Zahra Ratifa, siswi SDN Pujokusuman 1 Kota Yogyakarta sebagai Juara I Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026).
Membawakan dongeng “Terjadinya Kedung Bolong’, Zahra dengan penuh keyakinan menampilkan intonasi, ekspresi, dan penghayatan sehingga mengajak pendengar larut dalam cerita yang telah diwariskan lintas generasi.
“Kemenangan ini bukan sekadar tentang menjadi yang terbaik. Di balik piala yang diraih, ada kecintaan terhadap cerita rakyat, kebiasaan membaca, serta dukungan orang-orang yang selama ini membimbing saya,” ujar Zahra.
Bagi Zahra, bertutur bukan sekadar menyampaikan cerita. Ia berharap kemampuannya itu dapat menjadi cara untuk mengenalkan kembali budaya Indonesia kepada generasi muda yang tumbuh di era digital.
"Harapan saya, melalui bertutur saya bisa ikut melestarikan cerita dan budaya Indonesia. Saya juga mengajak teman-teman untuk meluangkan waktu ke perpustakaan karena di sana banyak sekali pengetahuan,” ucapnya.
Dalam perlombaan tersebut, peserta dinilai berdasarkan teknik penampilan, cara bertutur, penguasaan materi, serta keterampilan menyampaikan cerita.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Afia Rosdiana, mengatakan prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kota Yogyakarta sekaligus menunjukkan bahwa budaya membaca dan bertutur terus tumbuh di kalangan anak-anak.
“Semoga keberhasilan Zahra dapat menginspirasi lebih banyak peserta didik untuk datang ke perpustakaan, memperkaya wawasan melalui buku, sekaligus melestarikan tradisi bertutur sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” katanya.
Sedangkan di Bantul, pengukuhan 93 Bunda Literasi tingkat Kabupaten pada Kamis (16/7/2026) lalu mampu menyalakan cahaya pengetahuan di setiap rumah, menumbuhkan harapan di setiap anak, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, mengatakan pelantikan Bunda Literasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat literasi yang ada. Penguatan peran bunda literasi kabupaten, kecamatan, maupun desa sebagai mitra pemerintah dalam menumbuhkan budaya gemar membaca serta belajar sepanjang hayat sangatlah penting.
Bagikan