Kampus
20 Maret, 2025 22:28 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama
Eduwara.com, JOGJA - Sejumlah kepala lingkungan di Bantul mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Para mahasiswa UMY yang melaksanakan KKN sejak 19 Februari 2025 hingga 20 Maret 2025 ini dinilai berhasil memberdayakan masyarakat.
Ketua RT 05, Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari, Pajangan, Bantul, Taufik Hermawan, mengatakan kehadiran 31 mahasiswa KKN UMY yang tersebar di empat lingkungan perumahan di RT 05 Dusun Kembang Putihan sangat disambut baik.
“Di setiap kompleks perumahan di lingkungan RT 05, tim KKN UMY terdiri dari tujuh hingga delapan anggota tim. Mereka selama hampir 30 hari ini berbaur dengan masyarakat untuk menjalankan program pemberdayaan,” jelas Taufik Hermawan, Kamis (20/3/2025).
Karena memasuki Ramadan, lanjut Wawan --panggilan akrab Taufik Hermawan--, berbagai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa KKN UMY terfokus pada rangkaian ibadah.
Dalam programnya, mahasiswa KKN UMY ini mengisi kegiatan dengan melakukan pembelajaran untuk memperkuat keimanan pada generasi muda, ikut memakmurkan masjid, fokus pada pelestarian lingkungan dan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.
“Secara umum, berbagai kegiatan ini sangat positif, khususnya pada penanganan lingkungan terkait dengan tata kelola sampah. Ke depan, kami sangat berharap peserta KKN dapat memberikan pemahaman dan solusi tata kelola sampah,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Perum Griya Kembang Putih (GKP), Asep Zainuddin, mengatakan meskipun lingkungannya baru pertama kali menerima tim KKN UMY, di Perum GKP terdapat delapan mahasiswa yang tergabung dalam tim 07 KKN UMY ‘Mubalig Hijrah’.
“Penentuan program sepenuhnya kami serahkan ke mahasiswa dan seluruh warga mendukungnya. Kami juga menitipkan, saat pembelajaran kepada anak-anak juga diselipkan materi etika, moral, dan akhlak,” ujarnya.
Rukti Jenazah
Kehadiran tim KKN UMY juga dinilai Asep sebagai upaya menghadirkan hal-hal baru positif yang nantinya akan diterapkan bersama. Ia berharap, kehadiran tim 07 KKN UMY menjadi pondasi untuk menghadirkan tim KKN selanjutnya.
Sama seperti Wawan, Asep juga melihat persoalan sampah lingkungan harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan KKN ke depan. Baginya, tata kelola sampah yang baik, khususnya dari warga, adalah kunci menghadirkan lingkungan yang sehat.
Ketua Tim 07 KKN UMY ‘Mubalig Hijrah’, Catur Ilham Wijayasono, mengatakan Tim 07 KKN UMY ‘Mubalig Hijrah’ sepenuhnya merancang berbagai program berdasarkan masukan dan kebutuhan dari warga Perum GKP.
“Kami merasakan penerimaan dan dukungan warga sangat membantu terlaksananya program. Selain mengisi materi, kami di GKP juga menyelenggarakan rukti jenazah, mulai dari pelayanan jenazah secara Islami, yang di dalamnya terdiri dari memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan,” ujar Catur yang kuliah di Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY.
Tak hanya itu, Tim 07 KKN UMY ‘Mubalig Hijrah’ juga membuat dan menempelkan berbagai stiker yang berisi berbagai doa di beberapa titik di Masjid Kalijaga.
Terkait KKN, pada 22 Januari 2025 UMY telah memberangkatkan 2.127 mahasiswa. Tema yang diusung untuk KKN adalah ‘Rekonstruksi Pendidikan untuk Indonesia Berkemajuan’.
Dari 2.127 mahasiswa tersebut, sebanyak 1.987 mahasiswa melaksanakan KKN Reguler dan ditempatkan di 201 lokasi di berbagai kabupaten seperti Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, Pacitan, Banjarnegara, Boyolali, Klaten dan Wonosobo.
Wakil Rektor Bidang Akademik UMY, Sukamta, dalam pesannya menekankan mahasiswa untuk selalu memberikan kontribusi terbaik kapanpun dan di manapun.
“UMY harus selalu hadir bersama pemerintah dan masyarakat untuk membangun bangsa dan negara, sehingga dapat menciptakan negara yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
Bagikan