Dilibatkan di Musrenbang Anak, Pelajar Kota Yogyakarta Ikut Tentukan Arah Pembangunan

23 Maret, 2023 20:29 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

23032023-Kota Yk Musrenbang.png
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak pada awal pekan ini. Musrenbang ini sepenuhnya melibatkan para pelajar dan penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta. (EDUWARA/Dok. Humas Pemkot Yogyakarta)

Eduwara.com, JOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta secara aktif melibatkan pelajar dan penyandang disabilitas dalam menentukan arah pembangunan. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pelajar penyandang disabilitas menginginkan sosialisasi mengenai pemenuhan hak-hak mereka.

Diselenggarakan pada awal pekan ini, Musrenbang yang sepenuhnya melibatkan para pelajar Kota Yogyakarta diadakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta Edy Muhammad menjelaskan Musrenbang tahun ini pihaknya memperluas cakupan peserta, tidak hanya pada kalangan pelajar namun juga melibatkan penyandang disabilitas.

"Penjaringan suara pada Musrenbang Anak bertujuan agar anak-anak bisa memiliki sarana dan wahana untuk berkreasi, mengekspresikan ide dan pemikirannya, serta menyampaikan aspirasi, agar mereka juga merasa ikut memiliki pembangunan Kota Yogyakarta," kata Edy Muhammad seperti dikutip pada Kamis (23/3/2023). 

Dibandingkan dengan pelaksanaan Musrenbang tahun-tahun sebelumnya, di mana rumusan biasanya hanya disusun berdasarkan 10 suara anak, pada tahun ini, dengan perkembangan sangat luar biasa, banyak memunculkan ide dan inspirasi baru dari anak-anak serta adanya generasi muda yang kreatif dan berpikir kritis.

"Kali ini semua suara anak-anak dijelaskan dengan detail dengan merencanakan kegiatannya apa dan yang bertanggung jawab siapa. Sehingga ini sangat meningkat perkembangannya," jelasnya.

Amanat 

Musrenbang Anak merupakan amanat yang ditera dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kota Layak Anak yang mengamanatkan keterlibatan anak dengan usulan anak dalam perencanaan pembangunan.

Harapannya kegiatan ini dapat menjadi solusi dan pencerahan dalam merumuskan kebijakan guna mewujudkan Kota Yogyakarta menjadi Kota Layak Anak dengan keterlibatan anak dalam perumusan pembangunan daerah.

"Musrenbang Anak pada hari ini kiranya menjadi wadah yang memfasilitasi anak-anak untuk belajar berorganisasi, berkembang berpartisipasi pada kegiatan pembangunan daerah, serta berbagai kegiatan yang ada di masyarakat. Hal ini penting  untuk membantu mengakomodasi hak-hak partisipasi anak," katanya.

Salah satu peserta yang merupakan penyandang disabilitas, Deky Maulana Purnomo dari Yaketunis mengatakan senang meski baru pertama kali terlibat. Menurutnya, selain bersosialisasi dengan orang lain, forum mampu mengekspresikan pandangan dan pendapat serta melatih anak mengenali permasalahan yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas anak sebagai pelopor dalam hal pemenuhan hak anak.

"Seru sekali, ini pertama kali saya mengikuti kegiatan semacam ini dan dihadapkan dengan momen seperti ini yang mereka juga sama-sama kritis seperti saya. Semoga juga bisa ikut kegiatan ini ke depannya," jelasnya.

Ia berharap akan ada program penyuluhan dan sosialisasi bagi penyandang disabilitas seperti tunarungu, tunadaksa, tuna wicara, tuna netra, dan lain sebagainya sehingga banyak yang ikut berperan dalam pembangunan di Kota Yogyakarta.

"Ke depan, saya berharap banyak sosialisasi kepada penyandang disabilitas terkait pemenuhan hak-hak dasar mereka yang selama ini sering mendapatkan diskriminasi," ujarnya.