Ditjen Diktiristek Luncurkan RISPRO UKICIS

16 Maret, 2022 23:22 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

16032022-Kemendikbudristek Mendikbudristek Riset Inovatif.jpg
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran RISPRO UKICIS, Rabu (16/3/2022). (Youtube Ditjen Diktiristek)

Eduwara.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) meluncurkan program Riset Inovatif Produktif UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (RISPRO UKICIS), Rabu (16/3/2022). Acara itu diselenggarakan selenggarakan melalui siaran langsung Youtube Ditjen Diktiristek.

Program tersebut merupakan kerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan melalui program tersebut ekosistem riset kampus-kampus di Indonesia akan lebih inovatif.

"Inilah saatnya bagi Indonesia memberikan kontribusi nyata kepada dunia melalui riset yang berkualitas. Demi kemajuan riset di Indonesia, mari kita bergotong royong dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka," kata dia.

Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya mengatakan kerjasama riset dan inovasi merupakan salah satu prioritas kerjasama bilateral Indonesia dan Inggris.

"RISPRO UKICIS merupakan bentuk konkrit pemerintah Indonesia untuk mendukung intensifikasi kerjasama riset yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia," ujar dia.

KBRI London mendukung penuh program tersebut dan berharap agar UKICIS bisa memperluas jangkauan. Kemudian merangkul lebih banyak universitas di kedua negara dan memberdayakan diaspora ilmuwan Indonesia di Inggris guna memperkokoh kerjasama tersebut.

Ekosistem Kolaborasi Riset dan Pendidikan

Plt Dirjen Dikti, Nizam mengatakan UKICIS diprakarsasi diaspora Indonesia yang berada di perguruan tinggi papan atas dunia. Melalui kerjasama interdisipliner, UKICIS menjadi wujud kolaborasi riset dan pendidikan.

"Pogram RISPRO UKICIS menjadi pengungkit terciptanya teknologi yang berdampak pada masyarakat luas. Terutama menyasar prioritas riset yang sudah diarahkan presiden yakni green economy, blue economy, health, tourism, dan digital technology," kata dia

Kelimanya, sambung Nizam, sebagai bagian penting program prioritas riset nasional dan penggerak ekonomi Indonesia ke depan.

Dia berharap program itu bisa mendukung peningkatan soft power diplomacy Indonesia di dunia internasional, menguatkan citra sebagai mitra riset internasional yang akomodatif, dan menjadi contoh negara G20 untuk siap berkolaborasi riset interdisipliner dengan universitas-universitas terbaik dunia.

Lebih lanjut, RISPRO UKICIS juga disinergikan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Manajemen Talenta melalui pertukaran mahasiswa dan peneliti maupun berbagai program sinergetik lainnya.

"Semoga program ini bisa menjadi berkat yang semakin erat hubungan pemerintah maupun peneliti Indonesia dengan Inggris Raya," harap dia