Kampus
06 November, 2026 17:57 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Jajaran Dekan, Wakil Dekan, Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Jumat (6/11/2026) mendapatkan sosialisasi Art Repository Terintegrasi (ARTI). Ini merupakan upaya memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan karya seni digital di lingkungan perguruan tinggi.
Penggagas ARTI, Heri Abi Burachman Hakim, menyampaikan sosialisasi tersebut merupakan lanjutan dari pelatihan yang diperolehnya dalam program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026, Badan Diklat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“ARTI merupakan aksi perubahan dalam meningkatkan kualitas tata kelola layanan digital di Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta. Inovasi ARTI mendorong partisipasi sivitas akademika dalam pengembangan ekosistem pengelolaan karya seni yang terintegrasi, terstandar, dan berkelanjutan,” terangnya.
Dalam pemaparannya, Heri juga menjelaskan bahwa ARTI merupakan inovasi pengelolaan karya seni digital yang dirancang untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan mendiseminasikan berbagai karya seni dosen maupun mahasiswa.
Karya seni yang selama ini tersebar dalam berbagai media penyimpanan diarahkan menjadi koleksi digital yang terdokumentasi dengan baik, memiliki metadata terstandar, serta dapat diakses dan dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Karya seni merupakan aset intelektual dan kekayaan pengetahuan institusi yang perlu dikelola secara sistematis,” paparnya.
Melalui ARTI, pengelolaan karya seni tidak lagi sekadar berorientasi pada penyimpanan, tetapi berkembang menjadi upaya pelestarian, penguatan pembelajaran, pengembangan penelitian, serta peningkatan visibilitas dan reputasi institusi.
Manfaat
Sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan manfaat ARTI bagi sivitas akademika, khususnya dalam mendukung dokumentasi karya, penelusuran koleksi, penguatan layanan informasi, serta pengembangan budaya pengelolaan pengetahuan digital di lingkungan FSMR ISI Yogyakarta.
Implementasi ARTI merupakan bagian dari aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator yang menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas pelayanan organisasi.
“Pengembangan ARTI diharapkan dapat menjadi praktik baik transformasi digital dalam pengelolaan karya seni di perguruan tinggi,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, lanjut Heri, diharapkan FSMR ISI Yogyakarta semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola karya seni digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Bagikan