Mahasiswa KKN-PPM UGM Adakan Sosialisasi Tanggap Bencana

22 Januari, 2022 23:57 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

22012022-KKN UGM Pacitan.jpg
Tim KKN-PPM UGM Periode 4 di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana. Sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Bomo Tanggap Bencana” digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat luas tentang potensi bencana di wilayah karst. (EDUWARA/Humas UGM)

Eduwara.com, PACITAN -- Tim KKN-PPM UGM Periode 4 di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana. Sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Bomo Tanggap Bencana” digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat luas tentang potensi bencana di wilayah karst.

Dikutip dari laman resmi UGM, Berlian Prasasti selaku Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan tema ‘Bomo Tanggap Bencana’ diangkat karena Desa Bomo merupakan wilayah dengan potensi bencana alam pada daerah karst yang didominasi oleh batuan kapur. Sebagai bagian dari program yang diusung oleh tim KKN, sosialisasi dan pelatihan ini penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada hari Selasa (12/1) di Aula Goa Gong, Desa Bomo dihadiri oleh kepala Dusun di wilayah Desa Bomo yang berjumlah sebelas orang. Tampak hadir pula Kepala Kawasan Wisata Goa Gong, Sarwanto, praktisi pariwisata Desa Bomo, dan Karang Taruna Desa Bomo.

“Sedangkan sebagai program kolaborasi, materi tanggap bencana disampaikan secara komprehensif oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Pacitan," ujar Berlian, di Kampus UGM, Jumat (21/1).

Sosialisasi materi pertama, berjudul Sosialisasi Potensi Bencana, disampaikan Diannitta Agustinawati, selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan. Materi kedua oleh Staf Sekretariat BPBD, Mochamad Arif Yasono, yang menyampaikan topik berjudul Pemantapan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD).

Dalam penyampaian materi PPGD, selain teori disampaikan pula praktik fisik pengangkatan dan memindahkan penderita ketika terjadi bencana. Sementara, materi terakhir disampaikan Moh Arif Setiyadi, staf seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, perihal tas siaga.

“Acara berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan mematuhi protokol kesehatan sepanjang kegiatan. Materi-materi tanggap bencana ini penting untuk disampaikan dalam lingkup pariwisata, terutama di kawasan wisata alam Goa Gong yang berada di lahan karst sehingga penting untuk menggugah dan menjaga kesadaran para  praktisi pariwisata serta pengunjung,” ucap Berlian.

Meski secara daring, Ari Cahyono selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM Punung menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan banyak pihak untuk kegiatan ini. Ia menjelaskan aspek kesiagaan bencana memang harus ditanamkan di semua level masyarakat agar semua orang bisa berkontribusi sesuai dengan peranannya masing-masing ketika terjadi bencana.