Vokasi
03 Juli, 2026 21:49 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JAKARTA -- Mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, Hawkins Clifford Frans Robert Mongdong, menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya mahasiswa yang dipercaya sebagai Discussion Leader sekaligus Poster Presenter dalam SPE Workshop 2026: HPHT and Deepwater Wells-Drilling Challenges, Technologies, and Application yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis-Jumat (23–24/6/2026).
Forum internasional yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) tersebut dihadiri lebih dari 40 peserta dari lebih dari 20 organisasi yang berasal dari delapan negara, yaitu Brunei Darussalam, China, Indonesia, Malaysia, Norwegia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Workshop ini mempertemukan regulator, operator migas, perusahaan jasa energi, akademisi, serta para profesional senior untuk membahas tantangan, teknologi, dan strategi pengembangan sumur High Pressure High Temperature (HPHT) dan deepwater yang menjadi salah satu fokus penting industri energi global saat ini.
Di tengah dominasi peserta yang berasal dari kalangan profesional industri, Hawkins memperoleh kesempatan istimewa untuk memimpin diskusi teknis sekaligus mempresentasikan poster ilmiah mengenai aplikasi formate drilling fluid pada sumur HPHT dan deepwater.
Topik tersebut mengangkat pemanfaatan fluida pemboran berbasis formate sebagai salah satu alternatif teknologi dalam menghadapi tantangan lingkungan pengeboran dengan tekanan dan temperatur tinggi serta rentang tekanan operasi yang sempit (narrow pressure window).
“Poster ini membahas mengenai penggunaan formate drilling fluid sebagai salah satu inovasi untuk menghadapi tantangan lingkungan High Pressure High Temperature (HPHT) dan deepwater wells, khususnya pada kondisi narrow pressure window yang membutuhkan pengendalian tekanan dan stabilitas sumur secara optimal,” kata Hawkins saat mempresentasikan kajiannya.
Kepercayaan yang diberikan kepada Hawkins menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi PEM Akamigas sebagai institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian ESDM. Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu berpartisipasi aktif dan berkontribusi dalam diskusi teknis tingkat internasional yang selama ini didominasi oleh para profesional berpengalaman.
Membangun Jaringan
Hawkins mengaku bersyukur dapat terlibat secara langsung dalam forum yang mempertemukan para ahli dan praktisi industri migas dari berbagai negara. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai arah perkembangan industri energi global yang saat ini semakin mengarah pada pengembangan lapangan HPHT dan deepwater.
“Saya sangat bersyukur dapat diundang untuk menjadi Discussion Leader sekaligus Poster Presenter pada forum ini. Saya mendapatkan banyak wawasan mengenai perkembangan industri migas yang saat ini semakin mengarah pada pengembangan sumur HPHT dan deepwater,” katanya.
Lebih lanjut, Hawkins menjelaskan bahwa workshop tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun jaringan profesional dengan berbagai pemangku kepentingan di industri energi.
“Selain mendapatkan banyak inovasi dan pengetahuan baru dari para pembicara, saya juga berkesempatan berkenalan dan berdiskusi langsung dengan banyak profesional di industri migas dari berbagai perusahaan dan negara. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi saya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang perminyakan,” tambahnya.
Partisipasi Hawkins dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam diskusi teknis tingkat global. Keberhasilannya tampil sebagai satu-satunya mahasiswa yang dipercaya memimpin diskusi dan mempresentasikan kajian teknis di hadapan para profesional internasional menunjukkan bahwa kompetensi, dedikasi, dan semangat belajar mampu membuka peluang untuk bersaing di tingkat dunia.
Lebih dari sekadar pencapaian individu, prestasi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan organisasi profesi dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul bagi sektor energi nasional. Di tengah tantangan pengembangan sumber daya migas yang semakin kompleks, keterlibatan mahasiswa dalam forum-forum internasional menjadi langkah penting untuk membangun kapasitas generasi muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan industri energi Indonesia.
Melalui pengalaman ini, Hawkins menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya mampu mengikuti perkembangan industri global, tetapi juga dapat mengambil peran aktif dalam memberikan gagasan, membangun kolaborasi, dan menjadi bagian dari solusi bagi masa depan energi yang lebih maju, aman, dan berkelanjutan.
Bagikan