Pelatihan Ayam Petelur Kelas Dunia Hadir di UGM

17 Juni, 2023 16:57 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

17062023-UGM pusat pelatihan manajemen ayam petelur.JPG
Peresmian Pusat Pelatihan Manajemen Ayam Petelur Bebas Sangkar Kelas Internasional di Dusun Kalijeruk, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Jumat (16/6/2023). Keberadaan pusat pelatihan yang pertama di Asia Tenggara ini diinisiasi oleh UGM dan Global Food Partner sejak 2020. (EDUWARA/Dok. UGM)

Eduwara.com, JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta resmi memiliki pusat pelatihan manajemen ayam petelur bebas sangkar kelas internasional. Bahkan fasilitas ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

Pusat pelatihan tersebut berlokasi Dusun Kalijeruk, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, dan diresmikan pada Jumat (16/6/2023).

"Selain itu, lokasi pelatihan internasional juga dilengkapi kandang percontohan proses produksi telur bebas sangkar berkapasitas 3000 ekor," kata Dekan Fakultas Peternakan UGM Budi Guntoro, Sabtu (17/6/2023).

Budi melanjutkan pusat pelatihan ini dilengkapi peralatan modern sehingga diharapkan produk telur dari ayam bebas sangkar akan menambah tingkat daya saing di pasaran nasional dan internasional.

Keberadaan pusat pelatihan bertaraf internasional ini, lanjut Budi, merupakan hasil dari kolaborasi antara akademisi dengan industri dalam mendukung sumber pangan hewani yang maju dan berkelanjutan.

Tidak hanya peralatan, dukungan peneliti dari Aeres University of Applied Science, Belanda juga membantu berdirinya pusat pelatihan dan kandang.

"Dengan konsep International Training Center (ITC), pelatihan yang diberikan bagi peternak dan usahawan berorientasi pada cage free farm. Untuk distribusi produk, kita kerja sama dengan hotel, kita pun siap melatih para peternak tentang manajemen dan budidayanya," ujarnya.

Budi menilai pada masa mendatang, model cage free farm ini potensial menjadi model peternakan dengan berkembangnya pemahaman konsumen soal telur yang sehat. 

"Kami berharap dengan dibangunnya project ini bisa bermanfaat bagi dunia peternakan di Indonesia," harapnya.

Telur Bahagia

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengatakan project pendirian pusat pelatihan internasional diinisiasi oleh Global Food Partner dan UGM sejak 2020. 

Sempat tertunda selama pandemi namun pembangunannya baru dimulai sejak Juni tahun lalu. 

"Selesai dibangun bulan januari lalu dengan bantuan partner dan mitra, teknologi peralatannya khusus didatangkan dari Belanda," jelasnya.

CEO Global Food Partners, Elissa Lane melihat keberadaan kandang ini akan mendorong peningkatan produksi telur dari kandang bebas sangkar sebab produksi telur bebas sangkar ini mengutamakan kesejahteraan hewan. Hal ini berbeda dengan sistem kandang konvensional yang belum mengutamakan kesejahteraan hewan dengan kandang sangkar.

"Telur dengan bebas sangkar ini menjamin tingkat kesejahteraan hewan lebih tinggi. Istilahnya, produknya adalah telur bahagia. Kita harapkan nantinya konsumen dan peternak pun juga bahagia jika bisa diproduksi massal," ujarnya.

Menurut Elissa, pusat pelatihan bisa dimanfaatkan secara penuh oleh para peternak, peneliti dan akademisi serta dari industri dalam pengembangbiakan ayam petelur bebas sangkar.