Psikologi UMBY Bantu Penguatan Kapasitas Lembaga Sosial dengan Keilmuan PIO

27 Juli, 2026 21:30 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

28072026-UMBY Ilmu PIO.jpg
Tim Prodi Psikologi UMBY memberikan pelatihan dan pendampingan tata kelola SDM kepada pada Yayasan Barkasmal Nusantara yang beralamat di Depok, Sleman. Pelatihan dan pendampingan bertajuk Penguatan Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Penyusunan Struktur Organisasi dan Analisis Jabatan di Yayasan Barkasmal Yogyakarta ini diselenggarakan dalam dua sesi, pada Senin (6/7/2026) dan Senin (13/7/2026). (EDUWARA/Dok. UMBY)

Eduwara.com, JOGJA - Berbekal kendala terkait pembagian tugas yang belum terdokumentasi secara sistematis, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakjelasan peran dan tumpang tindih (overlapping) tanggung jawab, Tim Program Studi (Prodi) Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) membantu tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) pada sebuah lembaga sosial di Sleman.

Diketuai dosen Psikologi UMBY, Davita Variani, tim pengabdian masyarakat yang beranggotakan satu dosen Psikologi lainnya, Nia Kusuma Wardhani, dibantu tiga mahasiswa, memberikan pendampingan kepada Yayasan Barkasmal Nusantara. Pendampingan tersebut diberikan dalam dua sesi, pada Senin (6/7/2026) dan Senin (13/7/2026).

“Kami mengambil tema pengabdian ‘Penguatan Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Penyusunan Struktur Organisasi dan Analisis Jabatan di Yayasan Barkasmal Yogyakarta’,” kata Davita pada rilis Senin (27/7/2026).

Pelatihan berlangsung di Sekretariat Yayasan di Depok dan diikuti oleh seluruh pengurus yayasan yang berjumlah 13 orang. Yayasan Barkasmal Nusantara merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan serta pengelolaan barang bekas.

Dalam dinamika operasional sehari-hari, yayasan menghadapi kendala terkait pembagian tugas yang belum terdokumentasi secara sistematis. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakjelasan peran dan tumpang tindih (overlapping) tanggung jawab.

“Sebagai contoh, seorang pengurus kerap kali harus menjalankan tugas administrasi sekaligus turun tangan mengoordinasikan kegiatan lapangan. Di saat yang sama, terdapat fungsi-fungsi organisasi lain yang justru belum memiliki penanggung jawab tetap,” kata Davita.

Analisis jabatan, menurut Davita, menjadi instrumen krusial untuk mengurai persoalan ini. Dokumen tersebut memberikan kepastian mengenai tugas, tanggung jawab, wewenang, hubungan kerja, hingga standar kompetensi yang dibutuhkan pada setiap posisi, sehingga operasional organisasi dapat berjalan lebih efektif.

Kebutuhan Nyata

Pada sesi pertama, Senin (6/7/2026,) kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Nia Kusuma Wardhani mengenai pentingnya job description dan job specification.

Pengurus yayasan dibimbing mengidentifikasi tugas utama, wewenang, dan kompetensi menggunakan pendekatan What, How, Why dan Skill Involved melalui formulir analisis jabatan yang telah disiapkan.

Selanjutnya, pada pertemuan kedua, Senin (13/7/2026), agenda difokuskan pada finalisasi struktur organisasi Yayasan Barkasmal Nusantara dan pembahasan draft dokumen analisis jabatan.

“Melalui skema Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh tim pengabdian, setiap posisi ditelaah secara bersama-sama agar perumusan tugas dan wewenang sesuai dengan kebutuhan nyata organisasi. Seluruh rangkaian pelatihan ini ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman pengurus,” ujarnya.

Davita menambahkan, selama pendampingan, Tim Prodi Psikologi UMBY membantu dengan pengaplikasian keilmuan Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) untuk penguatan kapasitas lembaga masyarakat. Sinergi ini diharapkan tidak sekadar menghasilkan dokumen administrasi, tetapi menjadi awal transformasi Yayasan Barkasmal menuju tata kelola organisasi yang lebih profesional dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Ketua Yayasan Barkasmal, Dori Saputra, mengatakan selama ini yayasan menjalankan kegiatan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Jadi, banyak tugas yang sebenarnya sudah dikerjakan tetapi belum pernah disusun secara tertulis.

“Melalui pendampingan ini kami jadi punya kesempatan untuk duduk bersama, membahas peran masing-masing, dan menyusun pembagian tugas dengan lebih jelas. Kami berharap dokumen yang sudah disusun ini benar-benar bisa menjadi pedoman agar koordinasi antar pengurus semakin baik dan program-program yayasan dapat berjalan lebih terarah," paparnya