Kampus
26 Februari, 2026 23:19 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Senat Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta resmi menetapkan tiga nama Calon Rektor Terpilih untuk periode 2026–2030. Ketiga nama tersebut muncul setelah melalui proses seleksi ketat dan pemungutan suara dalam rapat senat yang digelar pada Senin (23/2/2026).
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Eko Riyadi, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (26/2/2026), mengonfirmasi bahwa ketiga calon tetap tersebut adalah Hari Purnomo, Ilya Fadjar Maharika, dan Masduki.
"Ketiganya ditetapkan dalam rapat senat yang dihadiri oleh 58 dari total 60 anggota senat," kata Eko.
Dalam pemungutan suara terhadap enam bakal calon yang diajukan ke Senat, Hari Purnomo memimpin dengan perolehan 21 suara (37,50 persen). Disusul oleh Ilya Fadjar Maharika yang mengantongi 18 suara (32,14 persen), dan Masduki dengan 6 suara (10,71 persen).
Tiga nama lainnya, yakni Rifqi Muhammad (5 suara), Nandang Sutrisno (4 suara), dan Zaenal Arifin (2 suara), tidak masuk ke tahap selanjutnya karena perolehan suara yang lebih rendah. Penetapan ini dituangkan dalam Surat Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor UII Nomor: 06/SK-PP/XII/2026.
Krusial
Eko menekankan bahwa hasil ini merupakan fase krusial dalam suksesi kepemimpinan di kampus tertua di Indonesia tersebut. Setelah tahap ini, ketiga calon akan menghadapi tantangan terakhir, yaitu pemaparan Rencana Strategis di hadapan Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, yang juga akan dihadiri oleh Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Yayasan.
Keputusan akhir mengenai siapa yang akan menjabat sebagai Rektor UII periode 2026–2030 tidak akan ditentukan melalui pemungutan suara ulang, melainkan melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh Pengurus YBW UII.
"Berdasarkan pemaparan dan pertimbangan menyeluruh, penetapan Rektor terpilih dijadwalkan berlangsung pada 6 Maret 2026," tambah Eko.
Sesuai dengan Peraturan Pengurus YBW UII Nomor 8 Tahun 2025, kriteria Rektor UII kali ini sangat kompetitif. Selain harus bergelar Doktor (S-3) dan memiliki jabatan akademik Guru Besar, calon pemimpin UII dituntut memiliki karakter kepemimpinan yang cepat, bersih, dan solutif, serta memiliki jejaring akademik internasional yang kuat.
Proses panjang ini telah dimulai sejak 20 Januari 2026, yang menjaring 36 nama dari berbagai fakultas hingga mengerucut menjadi tiga nama besar saat ini. Panitia menjamin bahwa seluruh rangkaian seleksi dilakukan secara transparan dengan melibatkan penelusuran rekam jejak yang akuntabel.
Bagikan