UI GreenMetric Tegaskan Program Keberlanjutan Jadi Bagian Tata Kelola Kampus

16 September, 2026 21:23 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

15092026-UGM tata kelola perguruan tinggi.jpg
UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 yang mengusung tema Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance, diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/9/2026). (EDUWARA/Dok. UGM)

Eduwara.com, JOGJA – Dalam gelaran Universitas Indonesia (UI) GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/9/2026), tercetus ajakan mengajak kampus untuk menjadikan program keberlanjutan menjadi bagian dari tata kelola perguruan tinggi.

Kampus yang berkelanjutan bukan sekadar kampus yang dipenuhi pepohonan, memiliki gedung hemat energi, atau mengurangi sampah, melainkan harus terlihat dalam cara kampus dikelola, ilmu pengetahuan dikembangkan, hingga ribuan mahasiswa membentuk kebiasaan yang kemudian dibawa ke tengah masyarakat.

Mengusung tema Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance, kegiatan tersebut mempertemukan lebih dari 350 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Panitia UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026, Indra Wijaya Kusuma mengatakan, digitalisasi menjadi jembatan penting agar berbagai upaya keberlanjutan di bidang lingkungan, energi, sampah, transportasi, pendidikan, dan tata kelola dapat berjalan efektif sekaligus terukur.

"Digitalisasi bukan sekadar alat, tetapi menjadi jembatan agar upaya keberlanjutan dapat berjalan efektif dan terukur,” katanya.

Indra menuturkan, UI GreenMetric tidak semata-mata menjadi ajang pemeringkatan. Instrumen tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi perguruan tinggi untuk belajar, membandingkan praktik baik, sekaligus memperbaiki kinerja keberlanjutan. Dengan demikian, angka dan indikator tidak berhenti sebagai capaian administratif, tetapi menjadi dasar untuk melihat perubahan yang benar-benar terjadi di lingkungan kampus.

Komitmen

Dalam konteks perguruan tinggi, UI GreenMetric menjadi salah satu instrumen untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam indikator yang dapat diukur. Niat perlu diwujudkan menjadi program, program dipantau melalui data, dan hasilnya dilihat dari perubahan perilaku.

“Digitalisasi kemudian memperkuat transparansi dan membantu seluruh unsur kampus bergerak dalam arah yang sama,” ujarnya.

Ketua UI GreenMetric, Vishnu Juwono menegaskan, kekuatan perguruan tinggi bukan hanya pada banyaknya program yang dijalankan, tetapi pada kemampuannya mengubah perilaku dalam skala besar. Perubahan penggunaan listrik di kampus dapat mengurangi konsumsi energi.

“Namun, perubahan kebiasaan ribuan mahasiswa dapat membawa dampak yang jauh lebih panjang karena pengetahuan dan perilaku tersebut berpotensi terus hidup ketika mereka kembali ke masyarakat,” paparnya.

Karena itu, keberlanjutan tidak dapat bergantung pada satu proyek atau segelintir orang yang memiliki kepedulian. Seluruh unsur perguruan tinggi, mulai dari tata kelola, fasilitas, laboratorium, kantin, anggaran, hingga proses pembelajaran, perlu bergerak sebagai satu ekosistem keberlanjutan.