logo

Gagasan

Bantul Belajar Tata Kelola Perguruan Tinggi ke Malang

26 April, 2026 18:10 WIB
Bantul Belajar Tata Kelola Perguruan Tinggi ke Malang
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bertukar tanda mata dengan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (EDUWARA/Dok. Humas Pemkab Bantul)

JOGJA, Eduwara.com -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan kunjungan kerja ke Malang guna mempelajari manajemen tata kelola keberadaan perguruan tinggi serta menjajaki peluang kerja sama strategis. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan diterima oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Jumat (24/4/2026).

Halim menegaskan, keberadaan lebih dari 60 perguruan tinggi di Bantul menjadi potensi besar sekaligus tantangan dalam pembangunan daerah. Selain membuka peluang ekonomi, ribuan mahasiswa dinilai sebagai aset penting yang perlu dikelola secara optimal.

“Bantul dan Malang memiliki latar belakang sejarah yang mirip sebagai pusat berdirinya kerajaan besar di Jawa,” ujar Halim. 

Ia menyebut, Bantul sebagai lokasi awal berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sementara Malang memiliki jejak sejarah Kerajaan Singosari. Kesamaan tersebut menjadi dasar kuat bagi kedua daerah untuk saling belajar.

Saat ini, Bantul terus berkembang sebagai kawasan pendidikan dengan kehadiran sejumlah kampus besar seperti Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Alma Ata. Bahkan, dalam waktu dekat UIN Sunan Kalijaga juga berencana membuka kampus di wilayah Bantul. 

Total, terdapat lebih dari 61 perguruan tinggi di wilayah Bantul. Jumlah tersebut bahkan melampaui kawasan lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dikenal sebagai “Kota Pelajar”.

Menurut Halim, tingginya jumlah mahasiswa juga memunculkan tantangan dalam hal tata kelola, integrasi program, serta pemanfaatan potensi akademik untuk pembangunan daerah.

Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menjelaskan bahwa keberadaan lebih dari 70 perguruan tinggi di Malang telah terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor kuliner dan properti.

“Dulu wisuda hanya setahun sekali, sekarang hampir setiap pekan ada,” ujar Erik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, lanjut Erik, aktif menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk memperbanyak program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah kota. 

Mahasiswa juga dilibatkan dalam program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengumpulan dan pengelolaan data kependudukan. Salah satu program unggulan adalah Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) yang berhasil meningkatkan literasi data dan tata kelola di 57 kelurahan.

Melalui kunjungan ini, Pemkab Bantul berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Kota Malang dalam mengelola keberadaan perguruan tinggi, sekaligus memaksimalkan kontribusi mahasiswa bagi pembangunan daerah.

Read Next