
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menegaskan komitmen membangun satu basis data talenta nasional yang terintegrasi sebagai fondasi kebijakan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Database tersebut akan menjadi kunci untuk mengidentifikasi, membina, hingga mengembangkan talenta unggul Indonesia secara berkelanjutan.
Hal itu mengemuka dalam acara "Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus: Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045" yang digelar Kementerian PPN/Bappenas bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di Auditorium Concert Hall ISI Yogyakarta, Rabu (2/9/2026).
"Yang kita lakukan sekarang adalah dengan mengidentifikasi dan membuat satu database. Database manajemen talenta di mana kita mulai dari pra pembibitan. Jadi, pra pembibitan itu adalah calon-calon talenta di tiga bidang tadi. Database-nya sudah mulai disusun dan kemudian diakumulasi di tiga bidang," kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, dalam sambutannya.
Pungkas menjelaskan, database yang akan segera di-launching tersebut akan memuat data rinci setiap talenta, mulai dari identitas, domisili, proses pembinaan yang sedang dijalani, hingga prestasi yang telah diraih.
"Dari situ sebenarnya kita salah satu cara untuk mengidentifikasi setiap talent itu siapa namanya, tinggal di mana, sekarang proses di mana, dan apa prestasinya. Sehingga kementerian-kementerian ini nanti bisa membantu mereka untuk berkembang," lanjutnya.
Tercatat sebanyak 17 kementerian dan lembaga terlibat aktif dalam orkestrasi MTN ini. MTN merupakan kebijakan prioritas nasional untuk menemukan, membina, mengembangkan, dan memperkuat talenta secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan di tiga bidang utama: riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga.
Pungkas menyampaikan Bappenas sebagai Ketua Gugus Tugas berperan sebagai orkestrator penyelenggaraan MTN untuk memastikan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta melakukan pengendalian, monitoring, dan evaluasi.
"MTN diharapkan menjadi agenda kolaboratif nasional dengan sasaran, indikator, dan mekanisme pelaksanaan yang jelas. Keberhasilan MTN di ketiga bidang tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan," katanya.
Peran Kampus
Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, menegaskan pentingnya peran kampus dalam ekosistem ini. Perguruan tinggi menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, serta memperluas jejaring keilmuan secara profesional dan global.
"Peran pendidikan tinggi sangat penting dalam membangun ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.
Pungkas menambahkan pengembangan talenta tidak hanya soal pemberdayaan individu, tetapi juga penggerak ekonomi nasional. Potensi ekosistem seni budaya, olahraga, dan riset Indonesia dinilai sangat besar.
"Kita lihat contoh ya, di Korea ada K-pop di bidang gerak, di Inggris, di Spanyol itu ada prestasi olahraga yang bisa mendukung perekonomian besar. Dan saya kira, Indonesia juga potensinya sangat banyak. Budaya kita lihat tadi dari ISI saja begitu banyak yang ditampilkan, belum kita bicara mengenai budaya dan lain sebagainya," paparnya.
Melalui Talent Fest 2026 yang menjadi seri ketiga dalam rangkaiannya, Kementerian PPN/Bappenas berupaya mendekatkan kebijakan MTN ke lingkungan kampus. Acara ini menjadi sarana diseminasi kebijakan, berbagi praktik baik, penguatan jejaring, dan perluasan peluang rekognisi talenta.
Kegiatan dimeriahkan oleh pertunjukan seni dari mahasiswa ISI Yogyakarta melalui penampilan paduan suara, tari, karawitan, dan pedalangan, serta atraksi senam ritmik dari Federasi Gimnastik Indonesia DIY.
Pada Sesi Talenta Bicara, hadir aktor dan produser Muhammad Abe Baasyin, atlet para tenis meja Adyos Astan, serta Guru Besar Departemen Kimia Farmasi UGM Abdul Rohman. Adyos adalah peraih medali emas dan perak ASEAN Para Games 2022, perak dan perunggu ASEAN Para Games 2023, serta perunggu Asian Para Games 2022. Sementara Abdul Rohman masuk dalam daftar World's Top 2% Scientist pada 2021 dan 2023-2025.
Sesi talkshow bertema "Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045" menghadirkan Deputi SDM, Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra, Plt. Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kemenpora Usman Ali Mustofa, Sekjen National Paralympic Committee of Indonesia Ukun Rukaendi, Dekan FMIPA UGM Kuwat Triyana yang juga masuk World's Top 2% Scientists 2025, serta aktor dan produser Joned Suryatmoko.
Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto, menutup dengan harapan agar kolaborasi semakin kuat.
"Dengan adanya acara ini, kami berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin kuat dalam pembinaan dan pengembangan talenta," katanya.
Melalui Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus, Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem talenta nasional yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.