logo

Kampus

Februari 2024, Prodi Peternakan UMBY Kirim 150 Mahasiswa untuk Magang Kerja

Februari 2024, Prodi Peternakan UMBY Kirim 150 Mahasiswa untuk Magang Kerja
Sebanyak 150 mahasiswa Prodi Peternakan Fakultas Agroindustri UMBY mengikuti Kuliah Umum tentang perkembangan industri peternakan, yang diselenggarakan pada 12 Desember 2023 dan 19 Desember 2023 di Gedung Fakultas Agroindustri Kampus I UMBY. Kuliah Umum ini menjadi ajang pembekalan bagi para mahasiswa yang pada Februari 2024 akan menjalankan magang kerja di berbagai perusahaan. (EDUWARA/Dok. UMBY)
Setyono, Kampus28 Desember, 2023 18:21 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bakal mengirimkan 150 mahasiswanya untuk magang kerja di berbagai perusahaan pada Februari 2024.

Sebagai bekal magang, para mahasiswa diwajibkan mengikuti dua kali Kuliah Umum mengenai perkembangan industri peternakan pada 12 dan 19 Desember lalu di Gedung Fakultas Agroindustri Kampus I UMBY.

Kaprodi Peternakan Fakultas Agroindustri UMBY, Niken Astuti, Kamis (28/12/2023) menyampaikan kegiatan Kuliah Umum bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada 150 mahasiswa yang akan terjun dalam magang kerja selama satu bulan pada Februari 2024 mendatang.

“Kami berharap mahasiswa Prodi Peternakan yang terjun magang kerja, ke berbagai instansi atau perusahaan yang bekerja sama, benar-benar telah siap dan matang untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Selain untuk mendapatkan nilai, diharapkan mereka memang mumpuni menjalani pekerjaannya,” harap Niken.

Pada penyelenggaraan pertama Kuliah Umum tersebut, Prodi Peternakan Fakultas Agroindustri UMBY menghadirkan perwakilan PT Mustika Jaya Lestari, Fitrianto Eko N. Sedangkan pada penyelenggaraan kedua, dengan pembicara Owner Merapi Farm, Taufik Mawaddani.

Dalam paparannya, Fitrianto Eko N mengatakan dalam pemeliharaan ayam broiler terdapat tiga kunci penting, yaitu genetik, nutrisi, dan lingkungan. Disampaikan pula tentang pelarangan penggunaan pakan yang dicampur dengan hormon tertentu dan antibiotik imbuhan pakan yang dapat mengganggu kesehatan manusia ketika mengonsumsi produk ternak tersebut.

Sedangkan Taufik Mawaddani menjelaskan bahwa dalam pemilihan bibit untuk kambing perah harus memperhatikan genetik dan fisik dari ternak. Fisik kambing perah bisa dilihat dari tubuh ternak terdapat cacat atau tidak, kaki lurus dan kuat.

“Selain indukan, harus diperhatikan terkait kebersihan kandang dan ternak, karena akan mempengaruhi kesehatan dan hasil susu yang diperoleh,” tambah Taufik.

Retno Galuh sebagai salah satu peserta Kuliah Umum menyampaikan dengan diadakannya kegiatan Kuliah Umum, ia bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru dalam dunia industri peternakan serta mendapatkan gambaran terkait dunia kerja.

Read Next