
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA – Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) resmi dilepaskan untuk menjalankan misi kemanusiaan di Aceh. Selama 30 hari ke depan, para mahasiswa relawan ini akan berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan pascabencana melalui program bertajuk "FISIPOL Mengajar".
Para relawan diberangkatkan pada Senin (5/1/2026), dan dijadwalkan bertugas mulai 10 Januari hingga 8 Februari 2026. Mereka akan ditempatkan di dua wilayah terdampak, yakni Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.
Dekan FISIPOL UGM, Wawan Mas’udi, menjelaskan program ini bukan sekadar bantuan pengajaran, melainkan momentum bagi sivitas akademika untuk melakukan asesmen etnografis. Mahasiswa diharapkan mampu memetakan berbagai persoalan dan perubahan sosial yang terjadi di wilayah pascabencana.
“Hasil asesmen tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi fakultas dalam pengembangan riset ke depan, termasuk penguatan kegiatan akademik dan penelitian berbasis lapangan,” ujar Wawan dalam rilis resmi, Selasa (6/1/2026).
Wawan juga menekankan agar para mahasiswa senantiasa menghargai budaya lokal selama bertugas. Menurut Wawan, pemahaman terhadap kearifan lokal adalah fondasi utama dalam setiap kerja kemanusiaan dan pengabdian masyarakat.
Antusiasme
Antusiasme mahasiswa terhadap program ini tergolong tinggi. Dari masa pendaftaran singkat pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, tercatat sebanyak 90 mahasiswa mendaftarkan diri. Setelah melalui proses seleksi ketat pada 1–2 Januari 2025, terpilihlah 12 relawan terbaik yang kemudian menjalani pembekalan intensif sebelum diterjunkan ke lapangan.
Sebagai bekal teknis, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat FISIPOL UGM, Fina Itriyati, membekali para relawan dengan teknik jotting. Teknik ini merupakan metode observasi menggunakan catatan singkat spontan (quick notes) untuk merekam realitas lapangan secara akurat dan jujur sebagai data primer penelitian.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sudjito, berpesan agar para mahasiswa menjalankan tugas dengan sepenuh hati namun tetap mengutamakan keselamatan diri.
“Persiapkan diri secara matang dan selalu utamakan keselamatan, sehingga para relawan dapat menjalankan peran mereka dengan baik dan kembali dalam kondisi yang sehat,” pesan Arie.
Program FISIPOL Mengajar ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi proses pemulihan masyarakat Aceh, sekaligus mengasah empati dan kapasitas intelektual mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial di lapangan.