
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta resmi melantik Hari Purnomo sebagai Rektor baru untuk periode 2026-2030, Selasa (2/6/2026). Yayasan Badan Wakaf UII meminta selain fokus pada penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, jajaran Rektor diminta menghadirkan tata kelola dan manajemen jejaring bagi 150 ribu alumni.
Pesan ini disampaikan Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf UII Yogyakarta, Suparman Marzuki dalam sambutannya pada pelantikan Hari Purnomo sebagai Rektor UII dan lima Wakil Rektor UII di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir UII Yogyakarta. Hari menggantikan Fathul Wahid yang sudah menjabat dua periode (2018-2022, 2022-2026).
“Jabatan Rektor dan Wakil Rektor bukan sekedar amanah dan jabatan, tetapi tanggung jawab membawa UII sebagai pusat keunggulan. Rektor dan Wakil Rektor harus fokus pada penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas,” kata Suparman.
Kehadiran pendidikan yang berkualitas, menurut Suparman, akan menjadi jawaban untuk tantangan dunia pendidikan yang sekarang bergerak dinamis. Rektor dan Wakil Rektor yang baru juga diminta membenahi aspek internal akademik, mengidentifikasi simpul-simpul yang menghambat, meningkatkan mutu riset dan memastikan UII tetap sebagai lokomotif pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Suparman mengatakan saat ini di luar Yayasan, UII telah memiliki aset yang sangat besar dengan kehadiran 150 ribu alumni yang tersebar di berbagai sektor dan penjuru dunia.
“Angka ini bukan sekedar statistik, tetapi raksasa tidur yang memiliki potensi kekuatan ekonomi, intelektual dan jejaring politik yang bisa digunakan sebagai motor penggerak membangun UII di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Hari dan jajarannya, oleh Yayasan, diharapkan tidak melihat ini sebagai sebuah obyek pendataan, tetapi subyek strategis yang bisa dilibatkan dalam pengembangan institusi dengan tata kelola manajemen yang transparan.
Pilar Peradaban
Hari Purnomo memastikan, dalam periode kepimpinannya, UII akan menjadi bukan sekadar tempat belajar mengajar, tetapi akan menjadikannya sebuah rumah besar tumbuhnya integritas, gagasan dan harapan bagi mahasiswa muapun civitas akademika.
“Perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada tantangan perubahan yang sangat cepat dari ilmu pengetahuan, teknologi, sosial dan budaya. Hal tersebut menuntut universitas tidak hanya adaptif serta visioner namun harus mampu membangun ekosistem akademik yang unggul, berkarater dan responsif pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Hari berjanji kepemimpinannya akan diarahkan untuk memmperkuat mutu akademik, memperluas kebermanfaatan riset, meneguhkan tata kelola yang baik, serta memastikan UII terus hadir sebagai pilar peradaban memberi jawaban atas tantangan jaman.
Sebelumnya, Fathul Wahid berharap jajaran pimpinan Rektor UII yang baru nanti tetap menjaga dengan teguh komitmen UII yang selama ini menjadi visi misinya, yaitu menjaga keilmuan, keislaman dan kebangsaan.
Sebelumnya, Hari Purnomo menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan terpilih sebagai Rektor UII pada 6 Maret 2026 dengan peroleh suara sebanyak 21 suara. Penetapan Rektor UII ini berdasarkan keputusan pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Nomor 003/KPTS/III/2026.
Dalam seleksi, Hari unggul atas dua pesaing lainnya saat rapat Senat Universitas dengan agenda pemaparan rencana strategis. Dua calon lainnya adalah Ilya Fadjar Maharika dengan dengan 18 suara, serta Masduki dengan 6 suara.