
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menitikberatkan kurikulum Program Studi Kedokteran, pada Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, pada aspek kemanusiaan sebagai pijakan utama dalam proses pendidikan.
Kehadiran Fakultas Kedokteran (FK) di lingkungan kampus tersebut diharapkan semakin memperkuat peran UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul, inklusif, serta berdaya saing global.
Hal itu disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, saat menerima Tim Evaluator Lapangan dari Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Rabu (11/3/2026).
“Pendirian Fakultas Kedokteran ini menjadi tonggak penting dalam transformasi akademik UIN Sunan Kalijaga menuju universitas riset berkelas dunia yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Noorhaidi, Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dirancang sebagai ruang pengembangan ilmu kedokteran yang berlandaskan pada keunggulan akademik, integritas keilmuan, serta inovasi riset.
Kurikulumnya disusun secara adaptif dan berbasis sains mutakhir, serta didukung oleh riset interdisipliner dan jejaring kolaborasi nasional maupun internasional. Melalui pendekatan tersebut, fakultas ini diharapkan mampu memperkuat posisi akademik UIN Sunan Kalijaga di tingkat nasional maupun global.
Ketimpangan
Lebih dari sekadar mencetak tenaga medis yang kompeten, Noorhaidi berharap pendidikan kedokteran di kampus tersebut dapat melahirkan dokter dan ilmuwan kesehatan yang memiliki kepekaan sosial dalam melayani masyarakat.
Para calon dokter juga dituntut memiliki kapasitas kepemimpinan, empati, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam merespons berbagai tantangan kesehatan global, ketimpangan akses layanan kesehatan, serta dinamika masyarakat multikultural.
“Integrasi antara ilmu kedokteran, nilai keislaman, spiritualitas, dan kemanusiaan menjadi ciri khas yang membedakan sekaligus memperkaya pendekatan pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga. Keunggulan keilmuan juga diarahkan pada pendekatan preventif dan promotif muskuloskeletal, khususnya pada kelompok lansia,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Deny Kurniawan, mengapresiasi inisiatif UIN Sunan Kalijaga dalam memperluas akses pendidikan kedokteran di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran program studi kedokteran ini tidak hanya menambah pilihan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan di bidang medis, tetapi juga berpotensi menghadirkan pendekatan keilmuan yang berbeda dibandingkan program serupa yang telah ada.
“Ke depan Fakultas Kedokteran ini diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dari keluarga ekonomi terbatas serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sehingga dapat membantu mengatasi ketimpangan distribusi tenaga dokter di Indonesia,” jelasnya.
Pelaksanaan evaluasi lapangan tersebut menandai bahwa proses panjang pengusulan pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga telah memasuki tahap yang sangat penting.
Capaian ini menjadi bukti kerja keras serta kolaborasi berbagai pihak di lingkungan kampus dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan rencana pendirian Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari penguatan pengembangan akademik sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.