logo

Sekolah Kita

Lahan Kota Terbatas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Belajar Tanam Cabai dengan Teknik Upside Down

Lahan Kota Terbatas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Belajar Tanam Cabai dengan Teknik Upside Down
Praktik penanaman cabai dengan teknik upside down oleh siswa ekstrakurikuler Sains Klub SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo. (EDUWARA/Dok. Humas SD Muhammadiyah Kottabarat Solo)
Redaksi, Sekolah Kita11 Januari, 2023 08:20 WIB

Eduwara.com, SOLO – Sebanyak 36 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Sains Klub Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo melakukan praktik menanam cabai dengan teknik upside down, Sabtu (7/1/2023). Upside down merupakan teknik menanam dengan media botol air mineral yang dipasang terbalik.

Koordinator Ekstrakurikuler, Eka Pratiwi Nugrahini mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk mendukung program sekolah sirkular. Teknik tersebut sangat cocok diterapkan bagi masyarakat perkotaan, karena media yang digunakan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menanam dengan teknik upside down yaitu media tanam, bibit cabai, sampah organik, karet, plastik, air, tali kenur, dan botol air mineral bekas yang dimanfaatkan sebagai pot.

Penggunaan botol air mineral bekas ukuran 600 ml dan 1500 ml sebagai pot sejalan dengan prinsip reuse, yaitu memanfaatkan sampah supaya bisa digunakan kembali.

Dalam kesempatan itu, Eka menjelaskan langkah-langkah mempraktikkan teknik upside down. Pertama, siapkan alat dan bahan yang diperlukan, lubangi bagian atas botol ukuran 600 ml.

"Kedua, potong bagian ujung bawah botol ukuran 600 ml dan botol ukuran 1500 ml, pastikan bagian ujung jangan terputus. Selanjutnya, yakni memasukkan bibit cabai di bagian mulut botol ukuran 1500 ml, kemudian masukkan botol ukuran 600 ml ke dalam botol ukuran 1500 ml," kata Eka Pratiwi Nugrahini, seperti dalam siaran pers yang diterima Eduwara.com, Selasa (10/1/2023).

Langkah keempat, sambung dia, masukkan media tanam di sela-sela antara botol ukuran 600 ml dan botol ukuran 1500 ml kemudian masukkan sampah organik ke dalam botol ukuran 600 ml. Terakhir, siram tanaman cabai dan gantunglah di tempat yang teduh.

Pembuatan Pupuk Organik

Dijelaskan pula, ada beberapa tanaman yang cocok dikembangkan menggunakan teknik upside down, misalnya sayuran dan buah-buahan seperti cabai, tomat, mentimun, dan beberapa jenis tanaman hias.

Selain mempraktikkan menanam cabai dengan teknik upside down, para siswa juga ditunjukkan cara membuat tempat pupuk organik yang berada dalam satu wadah tanaman yang akan ditanam. Pupuk organik ini yang nantinya akan mendukung pertumbuhan tanaman cabai.

Salah satu siswa kelas IV, Jecinda Aqilla Putri Sihono mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena menjadi kali pertamanya menanam cabai menggunakan teknik upside down.

"Ini pengalaman pertamaku menanam cabai dengan teknik upside down. Dari penjelasan guruku, cabai yang tumbuh nanti akan bergelantungan dan daunnya tetap otomatis bergerak ke atas melawan gravitasi," pungkas dia. (K. Setia Widodo/*)

Read Next