logo

Kampus

Milad ke-83, UII Yogyakarta Kembali Gelar Festival Seni Pertunjukan Islami

Milad ke-83, UII Yogyakarta Kembali Gelar Festival Seni Pertunjukan Islami
Salah satu penampilan peserta Festival Seni Pertunjukan Islami 2026, di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Muzakkir UII Yogyakarta, Selasa (12/5/2026). Mengusung tema ‘Harmoni untuk Jejak Lestari’, festival yang diselenggarakan dalam rangka Milad ke-83 UII Yogyakarta ini diikuti 11 tim dengan 70 personel yang berasal dari dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. (EDUWARA/Dok. UII Yogyakarta)
Setyono, Kampus13 Mei, 2026 03:25 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Sebagai rangkaian Milad ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggelar Festival Seni Pertunjukan Islami 2026, Selasa (12/5/2026). Gelaran keempat kali ini menghadirkan nilai-nilai kehidupan, memperkuat harmoni, dan menghadirkan kebermanfaatan yang Lestari.

Berlangsung di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Muzakkir UII Yogyakarta, festival ini mengusung tema ‘Harmoni untuk Jejak Lestari’. Sebanyak 11 tim dengan 70 personel yang berasal dari dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa tampil dalam festival tersebut.

Rektor UII Yogyakarta, Fathul Wahid, dalam sambutan pembukaan menegaskan festival ini bukan sekadar hiburan. Namun merupakan bagian dari ikhtiar membangun ekosistem kampus yang lebih humanis, kreatif, dan kolaboratif.

“Ada tiga ‘Si’ yang menjadi semangat dalam festival ini. Si pertama adalah visi dan misi. Di mana visi dan misi UII Yogyakarta berkomitmen menjadikan seni dan budaya bukan sebagai pelengkap, tapi bagian penting dari pembangunan manusia yang utuh,” katanya.

Fathul menjelaskan frasa ‘seni dan budaya’ kadang belum mendapatkan perhatian sebesar bidang-bidang lain. Festival ini menjadi pengingat bahwa kampus tidak hanya tempat mengasah logika, tetapi juga ruang merawat rasa, imajinasi, dan ekspresi kemanusiaan.

Si yang kedua adalah kolaborasi yang sepenuhnya akan ditampilkan tim dan kehadirannya menjadikan seni sebagai unsur yang mencairkan kebersamaan. Dalam kehidupan kampus, kebersamaan itulah yang menjadikan kuat secara akademik, fisik dan relasi antarmanusianya.

“Si yang terakhir adalah kolaborasi. Seni memiliki hubungan erat dengan kreativitas dan pembaruan. Kehadiran seni dalam hal akan mendorong kampus untuk melahirkan inovasi karena kemampuan riset yang berkualitas serta kreatif,” tegasnya.

Ruang Ekspresi

Ketua Panitia Milad ke-83 UII, Rizqi Anfanni Fahmi, menyampaikan melalui Festival Seni Pertunjukan Islami 2026, UII ingin menghadirkan ruang ekspresi yang mempertemukan seni dengan kesadaran sosial, spiritual, dan ekologis.

Berbagai penampil seni dari unsur dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta unit-unit di lingkungan UII akan menampilkan karya yang merepresentasikan harmoni dalam keberagaman dan semangat menjaga kehidupan.

“Festival ini juga akan menghadirkan penampilan spesial dari seniman dan budayawan yang membawa pesan reflektif tentang kemanusiaan, kebudayaan, dan keberlanjutan,” jelasnya.

Ketua Festival Seni Pertunjukan Islami 2026, Arif Wibisono, mengatakan pemilihan tema besar dimaksudkan sebagai ajakan bergerak maju tanpa memutus akar, berinovasi tanpa merusak nilai, dan mewariskan institusi dalam keadaan yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

“Melalui seni, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh kesadaran bersama bahwa setiap langkah manusia akan meninggalkan jejak yang menjaga kehidupan, memperkuat harmoni, dan menghadirkan kebermanfaatan yang lestari,” katanya.

Dalam penampilannya, 11 tim yang berasal dari 9 fakultas, satu rektorat dan satu yayasan badan wakaf akan dinilai tiga dewan juri. Mereka adalah kalangan akademisi dan praktisi seni budaya, yaitudDosen UIN Sunan Kalijaga dan Praktisi Kesenian Teater EsKa, Labibah Zain, dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta Praktisi Kesenian Tradisi Muhammad Mukti, dan Pengasuh Sekolah Aksara Jawa, Pemusik, dan Penembang Paksi Raras Alit. 

Read Next