
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Minimnya partisipasi alumnus dalam survei pelacakan karir (tracer study) menjadi perhatian dalam memperkuat tata kelola pusat karier dan program mahasiswa antara Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan UPN Veteran Jawa Timur. Kedua institusi pendidikan tinggi ini sepakat bahwa hal ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi dalam menyusun peta dinamika kerja bagi generasi Z maupun pergeseran minat karir lulusan.
Hal tersebut dikemukakan saat kunjungan Unit Pendukung Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) UPN Veteran Jawa Timur ke Career Center Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMBY, beberapa waktu lalu.
Kepala BKA UMBY, Reo Sambodo, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena terwujudnya berbagi praktik baik (best practices) yang menjadi kunci dalam kerjasama ini.
"Kerja sama ini menjadi wadah ideal untuk berbagi strategi, baik dalam meningkatkan partisipasi survei pelacakan karir maupun menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kampus," kata Reo dalam rilis Selasa (23/6/2026).
Bertempat di ruang Teater Kampus I UMBY, pertemuan ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan ajang diskusi membedah permasalahan nyata di lapangan. Salah satu sorotan utama dalam diskusi hangat tersebut adalah pergeseran minat karir lulusan.
Reo menjelaskan di era digital, lulusan Gen Z cenderung mencari fleksibilitas waktu dan lebih tertarik membangun startup, menjadi content creator, atau influencer, dibandingkan bekerja di sektor formal. Kondisi ini menuntut kampus untuk lebih adaptif dan fleksibel dalam memfasilitasi pengembangan karir mahasiswanya.
“Di sisi lain, evaluasi kesiapan kerja lulusan melalui tracer study masih menemui jalan terjal. Saat ini, tingkat partisipasi pengisian tracer study secara global di UMBY baru menyentuh angka 30-35 persen, meskipun beberapa program studi telah berhasil menembus di atas 50 persen,” paparnya.
Rendahnya partisipasi ini, menurut Reo, dilatarbelakangi oleh dua faktor utama, yakni banyaknya indikator pertanyaan dari Kemendiktisaintek, serta kewajiban pengisian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang memicu kekhawatiran alumni akan penyalahgunaan data pribadi.
Menanggapi kompleksitas tersebut, Kepala UPA PKK UPN Veteran Jawa Timur, Faisal Muttaqin, menegaskan pentingnya kolaborasi antar-kampus untuk mencari jalan keluar terbaik.
"Data tracer study ini sangat krusial sebagai pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan bahan evaluasi kurikulum agar relevan dengan kebutuhan pasar. Kita harus menyusun strategi yang tepat. Harapannya, pertemuan ini menjadi wadah pertukaran informasi yang aplikatif untuk pengembangan career center dan wirausaha mahasiswa," katanya.
Kepala Bagian Career Center UMBY, Ajat Sudrajat, memaparkan bahwa pihaknya juga terus mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja (job fair) dan campus hiring.
"Saat ini UMBY telah bermitra aktif dengan berbagai perusahaan terkemuka untuk program campus hiring. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan UPN Veteran Jatim atau pihak lain guna memperluas akses informasi lowongan kerja bagi alumni," jelas Ajat.
Kunjungan kerja yang dihadiri oleh Koordinator Inkubator Bisnis UMBY serta jajaran koordinator UPA PKK UPN Veteran Jatim ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Melalui kemitraan yang adaptif ini, kedua institusi optimistis mampu mencetak lulusan unggul yang relevan dengan tuntutan zaman dan berdaya saing tinggi.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, UMBY dan UPN Veteran Jatim telah merumuskan sejumlah implementasi konkret. UMBY bersiap mengirimkan delegasinya untuk mengikuti ajang perlombaan dan lokakarya (workshop) kewirausahaan mahasiswa yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Jawa Timur dalam waktu dekat.