
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA -- Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Irwandi, mengungkapkan target ambisius untuk menghadirkan laboratorium Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di setiap Program Studi (Prodi) di lingkungan ISI Yogyakarta. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan strategis untuk menjadi universitas seni kelas dunia (World Class Art University) unggulan di Asia Tenggara pada 2028 dan mencapai tataran global pada 2045.
Irwandi menegaskan integrasi AI ke dalam kurikulum seni merupakan respon terhadap visi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya piawai berkesenian, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
"Kehadiran AI bukan ancaman, melainkan peluang emas untuk melahirkan inovasi. Dengan menyatukan pengetahuan seni mendalam dan pemahaman teknologi, seniman dapat memiliki jembatan ampuh untuk memperkenalkan karya mereka ke panggung dunia," ujar Irwandi dalam konferensi pers, Rabu (7/1/2026) sore di Sewon, Bantul.
Sebagai persiapan, ISI Yogyakarta telah memulai kolaborasi internasional dengan mengundang pakar AI dari Seoul National University pada pertengahan tahun lalu. Saat ini, pihak kampus tengah menyusun ulang kurikulum agar mahasiswa mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri sebagai seniman.
Brainstorming
Senada dengan Irwandi, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, menyoroti betapa dekatnya AI dengan dunia desain saat ini, mulai dari desain interior hingga komunikasi visual. Namun, ia menekankan fungsi laboratorium AI nantinya lebih dititikberatkan sebagai sarana brainstorming.
“AI membantu menghadirkan banyak pilihan motif, graduasi, dan warna dengan cepat. Namun, AI tetaplah buatan manusia yang tidak memiliki rasa atau sentuhan humanis. Mahasiswa didorong menggunakan AI untuk mencari ide sebanyak-banyaknya, lalu memperkayanya dengan intuisi dan perasaan yang tidak dimiliki mesin,” jelas Sholahuddin.
Ambisi besar ini didukung oleh catatan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings, ISI Yogyakarta berhasil mengukuhkan posisi sebagai perguruan tinggi seni terbaik di Indonesia.
Di tingkat internasional, pada subyek Performing Arts, ISI Yogyakarta sukses menduduki peringkat 23 di Asia dan 113 dunia. Sementara pada subyek Art and Design, kampus ini menempati posisi 30 besar di Asia dan peringkat 112 global.
"Jika kita tidak ingin tergilas teknologi, kita harus mampu beradaptasi sambil membangun kode etik penggunaan AI bersama. Ini adalah momentum untuk menunjukkan perbedaan mendasar antara kreativitas manusia dan kalkulasi mesin," tutup Irwandi.