logo

Kampus

FIA UI-BUMdes Megamendung Jaya Gelar Edukasi Kunci Sukses Bisnis Kopi

FIA UI-BUMdes Megamendung Jaya Gelar Edukasi Kunci Sukses Bisnis Kopi
Pelaku UMKM bidang kopi di wilayah Kabupaten Megamendung, Kabupaten Bogor mendapatkan pelatihan dari Departemen Ilmu Administrasi Niaga (DIANi) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) dalam rangka kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) (UI)
Bhakti Hariani, Kampus07 Januari, 2022 16:26 WIB

Eduwara.com, BOGOR – Tim dari Departemen Ilmu Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Megamendung Jaya menggelar pelatihan bisnis bagi kelompok tani kopi di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Niaga (DIANi) FIA UI Eva Andayani mengatakan sebagai salah satu BUMDes di Kecamatan Megamendung, BUMDes Megamendung Jaya memiliki potensi agrowisata dalam bentuk kebun kopi. 

BUMDes Megamendung Jaya juga memiliki potensi UMKM yang mumpuni dan asetnya dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat yang berprofesi sebagai petani kopi. 

Di sisi lain, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari kopi yang dihasilkan diperlukan penguatan kapasitas kelompok tani di bidang produksi. 

“Berangkat dari latar belakang inilah, kami dari DIANi FIA UI menginisiasi kegiatan penguatan kelompok tani di Desa Megamendung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Eva melalui siaran pers yang diterima Eduwara.com, Jumat (07/01/2022).

Dia menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan hanya untuk dosen, tetapi juga untuk mahasiswa dalam menumbuhkan kepekaan sosial terhadap masyarakat.

Sementara itu, bisnis kopi yang tengah marak belakangan ini nyatanya membutuhkan kunci sukses agar mampu bertahan di tengah banyaknya bisnis serupa. 

Konsultan Bisnis dan Pakar di bidang Food & Beverage Kopi Andi Isvandiar Muluk mengungkapkan, terdapat tiga kunci sukses agar usaha kopi bisa mau dan bertahan. Selain tiga kunci tersebut, keberanian dan kreativitas juga menjadi hal penting agar bisnis bisa bertahan dan berkelanjutan. 

“Kuncinya ada tiga yakni menjadi spesialis, bergerak secara dinamis, dan selalu adaptif, ini adalah keyword. Ketiga hal ini harus diwujudkan dengan kolaborasi bersama,” ujar Andi.

Menurut Andi, keunikan setiap tempat itu pasti ada. Bisnis berhasil apabila memenuhi dua karakteristik, narasi dan angka. Dalam narasi, peranan BUMDes untuk membina juga menjadi hal utama.

“BUMDes harus dapat membuat cerita-cerita Megamendung di sosial media yang menarik publik. Yang kedua adalah tentang angka atau jumlah. Misalnya tentang berapa banyak jumlah kopi yang terjual. Angka-angka seperti ini penting untuk menarik minat masyarakat,” tutur Andi.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Megamendung Jaya M. Yusuf Solihatul Munawar memaparkan, BUMDes berfungsi melakukan kegiatan usaha ekonomi melalui pengelolaan usaha. Selain itu, juga melakukan pengembangan investasi dan produktivitas perekonomian serta potensi desa. 

Yusuf Solihatul memaparkan, dalam memasarkan produk, melakukan pemberdayaan, serta memberikan pelatihan-pelatihan, Bumdes Megamendung Jaya merangkul kelompok tani dan pelaku UMKM. Saat ini, ada empat kelompok tani yang merupakan pemasok utama kopi Megamendung yang dimiliki oleh BumDes.

Read Next