
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses merampungkan program pengabdian masyarakat bertajuk "Pojok 1 Literasi dan Numerasi" sepanjang Juli 2026.
Program ini memfasilitasi sebanyak 249 peserta didik dari tingkat SD hingga SMP/MTs yang tersebar di sembilan sekolah mitra di wilayah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sepenuhnya berfokus pada mengurangi kesenjangan kualitas pembelajaran dasar seperti membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Program ini dijalankan sebagai upaya mengikis stigma negatif bahwa matematika dan literasi adalah materi yang rumit, serta mengoptimalkan ruang publik di desa.
Tim pelaksana menerapkan pendekatan adaptif dan interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata siswa pada tiap jenjang pendidikan. Rangkaian kegiatan di sembilan sekolah mitra dibagi ke dalam tiga fokus intervensi pembelajaran.
Pada tingkat menengah, program difokuskan pada penguatan logika tingkat lanjut dan kolaborasi interaktif. Di SMP Negeri 3 Samigaluh, sebanyak 33 siswa kelas VIII A dan VIII B dibekali materi Barisan dan Deret melalui tahapan pre-test, pemaparan konsep mendalam, latihan individual dan post-test.
Sementara di MTs Negeri 5 Kulon Progo, sebanyak 51 siswa kelas VIII diajak mengasah logika numerasi, komunikasi, dan kerja sama tim lewat metode fun game edukatif seperti Estafet Math, Jika Maka, dan Sedang Apa.
Untuk tingkat dasar lanjutan, intervensi difokuskan pada penguasaan pecahan dan metode jarimatika. Di SD Negeri 2 Samigaluh, sebanyak 23 siswa kelas IV dan V diajarkan teknik jarimatika sebagai solusi praktis perkalian tanpa hafalan kaku. Di SD Negeri Suroloyo, 26 siswa kelas IV–VI mendalami operasi hitung pecahan, jarimatika perkalian, serta aturan penggunaan huruf kapital.
Pendampingan juga berlangsung di SD Muhammadiyah Munggang Wetan bagi 35 siswa kelas V dan VI dengan memanfaatkan perpustakaan untuk bedah materi pecahan, serta di SD Negeri Madigondo Wetan bagi 20 siswa kelas IV untuk jarimatika perkalian dan kelas II untuk bimbingan penjumlahan serta pengurangan bilangan tiga angka.
Sementara pada tingkat dasar pondasi, program diprioritaskan untuk penguatan literasi dasar, calistung, dan penjumlahan. Di SD Negeri Sidoharjo, 25 siswa kelas I–IV mendapatkan materi jarimatika dan penjumlahan dasar yang dikemas bertahap dengan selingan ice breaking.
Di SD Negeri Sulur, sebanyak 39 siswa kelas I-VI menerima pendampingan berjenjang mencakup konsep penjumlahan dasar, operasi pecahan, hingga jarimatika. Terakhir, di SD Negeri Madigondo, bimbingan intensif difokuskan secara personal kepada 20 siswa kelas I-IV guna memperkuat fondasi membaca, menulis, dan berhitung.
Keberhasilan program ini terukur dari hasil evaluasi pre-test dan post-test. Data menunjukkan bahwa persentase kelulusan indikator pemahaman siswa mencapai 88 persen. Selain itu, rerata nilai siswa sebelum dan sesudah pendampingan mengalami peningkatan signifikan dari skor awal 55 menjadi 82.
Tantangan
Ketua Pelaksana PPK Ormawa HIMATIKA UMBY, Fira Febianti, mengatakan tantangan terbesar di lapangan adalah menjaga fokus anak-anak yang mudah terdistraksi. Hal tersebut berhasil diatasi melalui skema permainan edukatif dan suasana belajar yang fleksibel guna menghapus stigma ketakutan terhadap matematika.
“Tantangan terbesar kami di lapangan adalah menjaga fokus anak-anak yang mudah terdistraksi, namun hal itu berhasil diatasi dengan metode permainan edukatif dan suasana belajar yang fleksibel,” kata Fira Febrianti, pada rilis Kamis (3/9/2026).
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nafida Hetty Marhaeni, M mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata Tridharma Perguruan Tinggi.
“Lewat pengabdian ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu pedagogik untuk menyelesaikan tantangan riil di masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Sekolah MTs N 5 Kulon Progo, Farida Rahmawati, Ia mengungkapkan bahwa siswa menjadi antusias dalam mempelajari matematika.
“Dampak nyatanya sangat terasa, siswa menjadi jauh lebih antusias, lebih mudah memahami konsep hitung cepat, dan tidak lagi takut ketika dihadapkan pada materi matematika maupun literasi dasar,” ungkapnya.
Perasaan gembira turut dirasakan oleh Yuda, siswa SD Negeri 2 Samigaluh, yang mengaku senang karena metode jarimatika membuat belajar matematika menjadi seru dan mudah.
“Saya senang sekali ikut kegiatan ini karena belajar matematika jadi seru dan gampang banget waktu diajari teknik jarimatika sama kakak-kakak mahasiswa,” ceritanya dengan antusias.
Untuk menjaga keberlanjutan dampak positif program, tim merencanakan pembentukan kader literasi desa yang melibatkan Karang Taruna dan pengurus perpustakaan setempat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga operasional pojok literasi serta menumbuhkan budaya belajar mandiri dan berpikir kritis bagi anak-anak di Kulon Progo.