logo

Gagasan

Konflik Rusia-Ukraina, Dosen HI UMM: Sikap Indonesia Sudah Tepat

11 Maret, 2022 22:44 WIB
Konflik Rusia-Ukraina, Dosen HI UMM: Sikap Indonesia Sudah Tepat
Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hafid Adim Pradana. (EDUWARA/Istimewa)

Eduwara.com, MALANG — Sikap netral dan mengedepankan sisi kemanusiaan yang diambil pemerintah Indonesia dalam menyikapi konflik Rusia-Ukraina sudah tepat.

Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hafid Adim Pradana, menegaskan dirinya  sangat mendukung sikap pemerintah Indonesia tersebut. 

Berbagai desakan dari Ukraina untuk mengecam Rusia, maupun dorongan dari Rusia agar tidak ikut campur dalam pertempuran tersebut terus berdatangan ke Indonesia. Namun sikap yang harus diambil adalah mengedepankan prinsip kemanusiaan dibanding condong berpihak ke salah satu dari Rusia atau Ukraina.

"Hal ini juga berlaku untuk masyarakat secara luas. Dalam melihat permasalahan ini, perlu memandang dari dua sisi sehingga penilaian kita tidak condong ke salah satu pihak saja. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa prinsip kemanusiaan yang harus dikedepankan. Harapan saya tentu saja konflik Rusia-Ukraina ini dapat segera diselesaikan oleh kedua pihak dengan jalur diplomasi, bukan melalui peperangan," kata Hafid, Jumat (11/3/2022).

Menurut Hafid, ada beberapa penyebab terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina tersebut. Sejak Uni Soviet pecah menjadi beberapa negara, Rusia dan Ukraina mengalami berbagai konflik kecil. Hal tersebut terus memanas hingga Rusia melakukan invasi pada Kamis (24/2/2022).  

Dari sudut pandang Ukraina, penyerangan ini merupakan upaya agresif dari Rusia untuk menguasai Ukraina, sebagai upaya menyatukan kembali daerah Uni Soviet yang dulu.

"Kalau dari sudut pandang Rusia, negara tersebut merasa terancam dengan niat Ukraina untuk bergabung ke North Atlantic Treaty Organization (NATO). Rusia menilai dengan bergabungnya Ukraina ke NATO akan memudahkan negara lain seperti Amerika dan Inggris melakukan latihan militer serta membangun pangkalan militernya di Ukraina. Padahal jarak antara Ukraina ke Moskow yang merupakan ibu kota Rusia sangat dekat," kata Kepala Laboratorium HI UMM itu.

Beberapa dampak yang timbul akibat perang Rusia dan Ukraina bagi dua negara tersebut, telah merenggut banyak korban jiwa. Kerusakan infrastruktur yang parah juga akan dialami oleh Ukraina sebagai tempat terjadinya peperangan.

Sementara untuk Rusia, perang ini akan memperlemah ekonomi negara tersebut dengan diberlakukannya berbagai sanksi ekonomi dari negara-negara lain.

Read Next