
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Para guru Taman Kanak-kanak (TK) menyakini bahwa pendidikan yang kuat sejak dini merupakan pondasi yang kuat bagi keberhasilan program wajib belajar 13 tahun. Karena itu, pada usia ke-76, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan guru agar kualitas pendidikan nasional meningkat
Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI-PGRI, Eka Putri Handayani, saat peringatan HUT ke-76 bertema "Guru Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun yang diselenggarakan di Stadion Gelora Handayani, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (14/5/2026).
"Pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, melainkan fondasi utama keberhasilan pendidikan sepanjang hayat. Jika fondasi di tingkat TK kuat, anak-anak akan lebih siap secara akademis dan emosional di jenjang berikutnya," tegas Eka Putri, dikutip Minggu (17/5/2026).
Pada usia ke-76 tahun, IGTKI telah melalui perjalanan panjang sebagai organisasi dalam membangun karakter, nilai moral, dan kemandirian anak bangsa. IGTKI berkomitmen terus memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan guru agar kualitas pendidikan nasional meningkat.
Dipaparkannya, pendidikan tingkat TK yang kokoh adalah kunci utama keberhasilan anak. Saat fondasi usia dini kuat, anak lebih siap secara akademis dan emosional karena mereka telah membangun kemandirian, kemampuan bersosialisasi, dan kecintaan belajar, yang membuat transisi ke jenjang Sekolah Dasar (SD) berjalan mulus.
Fondasi Transisi PAUD ke SD yang kuat dalam pembentukan karakter dan kesiapan sekolah di tingkat TK tidak diukur dari kemampuan membaca dan menulis saja. Ada enam kemampuan fondasi yang dibangun yaitu nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa, kematangan emosi, pemaknaan belajar positif, pengembangan keterampilan motorik, dan terakhir perawatan diri.
“Kami percaya fondasi di tingkat TK kuat, anak-anak akan lebih siap secara akademis dan emosional di jenjang berikutnya,” tegasnya.
Ketua Panitia HUT ke-76 IGTKI-PGRI, Sigit Prawoto, mengatakan peringatan ulang tahun ini dihadiri lebih dari 5.400 anggota IGTKI dari seluruh Kota/Kabupaten di DIY.
"Berdasarkan data panitia, partisipasi peserta terdiri dari Kabupaten Sleman sebanyak 2.152 guru, Bantul 1.255 guru, Gunung Kidul 948 guru, Kota Yogyakarta 586 guru, dan Kulon Progo 491 guru," paparnya.